Jelajah Tiongkok: Kembalinya Gaya Hidup Warga Chongqing di Tengah Epidemi

  • Whatsapp
Foto: Xinhua News

INDOPOLITIKA.COM – Tan Yayun mengangkat teleponnya pada deringan pertama, mengambil kuncinya, dan bergegas ke gerbang kompleks untuk sebuah paket makanan yang telah ia dambakan selama berhari-hari, makan malam dengan hot pot atau rebusan daging dan sayur.

Sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian dari merebaknya virus COVID-19, para penduduk di, termasuk Tan, dianjurkan untuk tetap berada di rumah semenjak liburan Festival Musim Semi pada akhir bulan Januari lalu.

Bacaan Lainnya

Sebagai penggemar hot pot, Tan harus menahan godaan dari makanan kesukaannya tersebut dalam sebulan terakhir. “Akhirnya, datang juga hot pot favoritku,” ucap Tan sembari mengambil paket yang telah ia tunggu sejak lama.

Chongqing merupakan salah satu tempat asal masakan hot pot di Tiongkok dan memiliki reputasi keahlian memasak yang luar biasa. Bagi penduduk setempat, mengonsumsi hot pot telah tertanam dalam gaya hidup mereka.

Namun dibandingkan dengan makanan yang dibawa pulang, makanan segar yang baru disiapkan, langsung direbus dalam kaldu mendidih yang penuh rasa jauh lebih disukai karena cita rasa terbaik dari bahan-bahannya.

Bisnis katering di Tiongkok telah bersiap-siap untuk mendapatkan keuntungan dari musim liburan selama liburan Festival Musim Semi, tetapi karena merebaknya wabah virus COVID-19 secara tiba-tiba membuat orang-orang tidak mau makan di luar. Hal tersebut mengakibatkan kerugian pada industri katering beserta para pemilik restoran.

Melansir Xinhua news, tahun lalu, pendapatan selama liburan Festival Musim Semi menyumbangkan sekitar 15 persen dari total pendapatan tahunan industri katering, yang mencapai angka 4,6 triliun yuan (sekitar Rp9,005 kuadriliun), menurut Asosiasi Masakan Tiongkok.

Hampir semua pemesanan makanan dan jamuan pernikahan telah dibatalkan dan banyak restoran-restoran yang menghentikan operasinya, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh asosiasi tersebut mengenai dampak epidemi terhadap bisnis katering.

Restoran-restoran yang sebelumnya sangat bergantung dari pendapatan makan di tempat harus bergeser ke layanan pengiriman, berharap bahwa langkah tersebut dapat membantu meringankan tekanan dari biaya tambahan seperti sewa dan tenaga kerja.

Di bawah bimbingan Komisi Perdagangan Kota Chongqing beserta departemen-departemen terkait, sebanyak 35 restoran hot pot di wilayah tersebut mulai menyediakan layanan pengiriman hot pot tanpa kontak.

Para konsumen bisa memesan makanan melalui berbagai platform seperti telepon, WeChat, dan aplikasi pemesanan makanan. Layanan pengiriman tersebut telah diperkuat dalam keamanan pembelian, pemrosesan dan pengiriman, yang memenangkan hati dari banyak konsumen.

“Sebenarnya kami telah meluncurkan layanan pengiriman sejak lima tahun yang lalu, tetapi kami hanya memiliki sedikit pesanan, hanya lima atau enam per hari,” sebut Li Jie, presiden dari Chongqing Qinma F&B Management Co., Ltd. yang memiliki merk rantai dagang nasional Chongqing Qinma Hot Pot.

Li menambahkan bahwa selama epidemi, jumlah pesanan pengiriman hot pot melonjak hingga lebih dari 100 pesanan sehari. Zhoushixiong Hot Pot, sebuah merk rintisan lokal dari hot pot Chongqing, juga meluncurkan bisnis pengiriman hot pot untuk pertama kalinya dan langsung populer karena reputasi baiknyanya yang dibangun di restoran-restoran setempat.

“Saat ini, kami menerima sekitar 400 hingga 500 pesanan pengiriman setiap hari,” sebut Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) Zhou Dao dari Zhoushixiong, mencatat bahwa jumlah tersebut telah mempertahankan pertumbuhan yang stabil.

Untuk membantu perusahaan dalam mengatasi kesulitan dan meningkatkan kepercayaan, pemerintah kota telah mengambil banyak langkah kebijakan untuk membantu usaha-usaha kecil dan menengah, termasuk dukungan keuangan dan pemotongan pajak.

“Kami mengalami penurunan omset yang dramatis selama Festival Musim Semi tahun ini, yang telah memberi pelajaran untuk semua orang di industri katering,” pungkas Zhou.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *