Jelang Idul Fitri, Bulog Usulkan Pemerintah Impor Gula Sebanyak 200 Ribu Ton

  • Whatsapp
Petugas menjaga aneka produk pangan yang dijual usai peluncuran Gerakan Stabilisasi Pangan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/5). Perum Bulog meluncurkan program Gerakan Stabilisasi Pangan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. {ANTARA}

INDOPOLITIKA.COM –  Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengusulkan kepada pemerintah untuk bisa mengimpor gula kristal putih (GKP) sebanyak 200.000 ton demi kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga Hari Raya Idul Fitri pada Mei mendatang.

“Panen tebu kan, setelah lebaran. Jadi kami mengusulkan untuk mendapat penugasan importasi gula 200 ribu ton. Itu gula konsumsi bukan raw sugar untuk industri,” ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (19/02/2020).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Tri mengatakan, harga gula di pasar juga telah mencapai Rp 14 ribu per kilogram, melebihi dari harga acuan pemerintah sebesar Rp 12.500 per kg. Adapun mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), gula pasir kualitas premium telah dihargai Rp 15.300 per kg sedangkan gula pasir lokal Rp 14.250 per kg.

“Jadi ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jelang lebaran saja. Stabilisasi harga. Harga kan sudah di atas acuan maka harus kita turunkan,” ucapnya.

Kendati demikian, dia pun meminta agar realisasi impor gula dapat terlaksana pada bulan ini. Langkah tersebut diupayakan agar pasokan impor tak menganggu harga gula dalam negeri yang akan dipanen saat pertengahan tahun nanti.

“Ya sebulan harus masuk. Kan yang jadi persoalan menjelang lebaran itu. April atau Mei, jadi harus masuk, harus segera diputuskan,” imbuhnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *