Pemerintahan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Menhub Budi Karya Sumadi Sidak Pelabuhan dan Bandara

Menhub Budi Karya Sumadi juga meninjau Pelabuhan Kali Adem, Muara Karang, Jakarta Utara, Sabtu (15/12) pagi. Budi melihat masih banyak penumpang yang mengantre di loket tiket.

Budi bertanya kepada calon penumpang. Apakah mengetahui jika pembelian tiket kapal ini sudah dilakukan secara online? Tiga orang menjawab tidak tahu.

“Saya tanya tidak ada yang tahu, apakah kurang sosialisasi. Harusnya informasi booth ada di depan, tidak berada di belakang seperti sekarang ini,” kata Budi.

Pelabuhan Kali Adem adalah salah satu akses untuk menuju Pulau Seribu. Budi kemudian bertanya ke salah satu petugas loket.

“Kenapa masih antre begini? Bukannya sudah online,” tanya Budi kepada salah seorang petugas.

Usai meninjau pelayanan tiket, Budi langsung mengunjungi kapal-kapal yang siap berangkat. Satu persatu nahkoda kapal ditanyakan apakah sudah selesai pengecekan mulai dari manifest sampai dengan life jacket.

“Saya mau cek ke penumpang, apakah benar mereka terdaftar di manifest,” ujarnya.

Menhub pun menjelaskan kunjungannya secara mendadak di Pelabuhan Kali Adem ini untuk mengecek langsung keselamatan moda transportasi laut jelang libur natal dan tahun baru.

“Kali adem ini bisa menjadi moda pelabuhan yang baik untuk keselamatan penyeberangan. Tentu ini harus didukung, pertama kapal tersebut harus memenuhi standar keselamatan,” Tegasnya.

Hal ini dipastikan setelah pihaknya melakukan ramp chek terhadap kapal-kapal yang akan melakukan penyeberangan. Dan hasilnya kata Budi semua laik jalan.

“Kita juga mengklarifikasi awak kapal. Kita cek kompetensinya, setelah ditanyakan kompeten kita keluarkan buku pelaut, yang sebelumnya tidak ada,” papar mantan Dirut AP II ini.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Kali Adem, Muara Karang, Jakarta Utara. Budi melihat masih banyak penumpang yang mengantre di loket tiket.

Budi bertanya kepada calon penumpang. Apakah mengetahui jika pembelian tiket kapal ini sudah dilakukan secara online? Tiga orang menjawab tidak tahu.

“Saya tanya tidak ada yang tahu, apakah kurang sosialisasi. Harusnya informasi booth ada di depan, tidak berada di belakang seperti sekarang ini,” kata Budi.

Pelabuhan Kali Adem adalah salah satu akses untuk menuju Pulau Seribu. Budi kemudian bertanya ke salah satu petugas loket.

“Kenapa masih antre begini? Bukannya sudah online,” tanya Budi kepada salah seorang petugas.

Usai meninjau pelayanan tiket, Budi langsung mengunjungi kapal-kapal yang siap berangkat. Satu persatu nahkoda kapal ditanyakan apakah sudah selesai pengecekan mulai dari manifest sampai dengan life jacket.

“Saya mau cek ke penumpang, apakah benar mereka terdaftar di manifest,” ujarnya.

Menhub pun menjelaskan kunjungannya secara mendadak di Pelabuhan Kali Adem ini untuk mengecek langsung keselamatan moda transportasi laut jelang libur natal dan tahun baru.

“Kali adem ini bisa menjadi moda pelabuhan yang baik untuk keselamatan penyeberangan. Tentu ini harus didukung, pertama kapal tersebut harus memenuhi standar keselamatan,” Tegasnya.

Hal ini dipastikan setelah pihaknya melakukan ramp chek terhadap kapal-kapal yang akan melakukan penyeberangan. Dan hasilnya kata Budi semua laik jalan.

“Kita juga mengklarifikasi awak kapal. Kita cek kompetensinya, setelah ditanyakan kompeten kita keluarkan buku pelaut, yang sebelumnya tidak ada,” papar mantan Dirut AP II ini.

Terkait dengan tiketing, Budi mengatakan bahwa ini adalah domain dari Provinsi DKI, dan sudah berjalan cukup baik. Namun perlu sosialisasi lagi secara masif. Kemudian manifest juga harus sesuai dengan jumlah penumpang.

“Saya berharap ini terus dijaga, saya nanti akan ke sini lagi pada saat puncak liburan. Semua harus bekerja sama untuk menjaga keselamatan penumpang, baik liburan maupun sehari-sehari,” pungkasnya.

Terkait dengan tiketing, Budi mengatakan bahwa ini adalah domain dari Provinsi DKI, dan sudah berjalan cukup baik. Namun perlu sosialisasi lagi secara masif. Kemudian manifest juga harus sesuai dengan jumlah penumpang.

“Saya berharap ini terus dijaga, saya nanti akan ke sini lagi pada saat puncak liburan. Semua harus bekerja sama untuk menjaga keselamatan penumpang, baik liburan maupun sehari-sehari,” pungkasnya.

Pemeriksaan kelaikan (ramp check) pesawat di Bandara Soekarno-Hatta

Pada hari yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi juga melakukan sidak ke Bandara Soekarno Hatta. Menhub menargetkan proses ramp check pada maskapai hingga 70 persen dari total pesawat yang beroperasi.

“Saya minta kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub dibantu para airline untuk meningkatkan ramp check pesawat sampai 70 persen. Ramp check dilakukan secara random pada pesawat dan maksimal tanggal 22 Desember 2018 sudah selesai dan dilakukan di berbagai bandara,” tutur Menhub.

Menhub menjelaskan bahwa saat ini telah dilakukan ramp check pada 160 pesawat dari jumlah kurang lebih 450 pesawat di seluruh Indonesia (yang akan dilakukan ramp check). Total armada yang disiapkan untuk angkutan udara pada angkutan Nataru adalah sebanyak 544 pesawat dari 13 badan usaha angkutan udara.

Hasil ramp check pada 160 pesawat menunjukkan bahwa sistem perawatan pesawat yang dilakukan oleh para maskapai sudah relatif baik, karena hanya ditemukan kekurangan-kekurangan minor.

“Dari hasil diskusi saya dengan tim dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan pilot, saya melihat mereka sudah melakukan (pemeriksaan) secara detail dan sistematis terhadap elemen-elemen yang memastikan pesawat laik terbang. Pilot juga telah memiliki SOP yang baik terkait jam terbang. Meskipun dari kesaksian mereka sudah relatif baik namun kita (Kemenhub) tetap akan melakukan kontrol terhadap SOP yang diberlakukan,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menuturkan bahwa pada beberapa destinasi seperti Bali, Medan, Manado, Ambon, Pontianak, dan Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang sehingga saya menghimbau kepada para maskapai untuk menambah jumlah penerbangan tujuan destinasi beberapa kota tersebut.

“Selain itu yang juga harus dicermati, bandara-bandara yang relatif kecil seperti bandara di Pangkalanbun, Bandara Silampari juga terkadang memiliki jam operasi tertentu jadi kita minta mereka bisa lebih panjang (waktu pengoperasian bandara) supaya rotasi pesawat lebih baik,” ungkap Menhub.

“Indonesia timur juga akan menjadi satu destinasi yang banyak (peminatnya), memang ada keluhan berkaitan dengan tarif. Namun, sejauh ini yang kita lihat tarif yang diberlakukan belum melampaui batas atas namun demikian saya tetap minta kepada Dirjen Perhubungan Udara bila terjadi kenaikan jangan signifikan kenaikannya, jangan membuat penumpang sulit atau berat untuk beli tiket,” tambah Menhub.

Hingga saat ini maskapai yang sudah mengajukan penambahan slot yaitu 101 penerbangan domestik ke beberapa destinasi dan penambahan slot sudah sekitar 16.000 seat. Kemenhub sudah melakukan verifikasi penerbangan pada maskapai dan melakukan inspeksi-inspeksi ke berbagai bandara demi melayani penumpang pada saat Natal dan Tahun Baru.

Pada Nataru kali ini, penambahan frekuensi penerbangan mencapai 367. Sebanyak 335 frekuensi penambahan penerbangan dilakukan untuk rute domestik dan 32 frekuensi penerbangan diberikan untuk penerbangan internasional.

Diprediksi jumlah penumpang tahun ini naik 8,76 persen dibandingkan dengan realisasi penerbangan pada masa libur natal dan tahun baru 2017/2018 kemarin (6.010.529 penumpang). Penumpang tahun ini kurang lebih mencapai 6.537.119 penumpang, terdiri dari 5.682.791 penumpang angkutan dalam negeri dan 854.328 penumpang luar negeri.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close