Jelang Tahun Politik, Ferry Batara Ajak Warga Hindari Penyebaran Hoaks

  • Whatsapp

Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, salah satu yang perlu dihindari adalah penggunaan Media sosial (Medsos) untuk menyebarkan hoaks. Karena hoaks akan merusak persaingan sehat dalam pasta demokrasi.

Hal itu disampaikan oleh Bacaleg Dapil Jawa Barat VI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ferry Batara.

Muat Lebih

Menurutnya, media sosial seharusnya dipakai untuk menebarkan kasih sayang, mempromosikan nilai-nilai kemanusian, perdamaian dan persatuan. Bukan untuk menerbarkan kebencian yang pada akhirnya hanya akan merusak keutuhan bangsa.

“Sebaiknya, media sosial digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang positif, seperti menyebarkan isu-isu kebangsaan, sharing kebudayaan antar etnis, agar sesama anak bangsa saling mengenal satu sama lain. Bukannya, ada media sosial malah dipakai untuk saling menghujat hingga menimbulkan ketidakharmonisan dalam bernegara. Ini tidak baik untuk masa depan bangsa yang sedang kita bangun ini, ujar Ferry Batara, di Kediamannya, Minggu (19/8/2018).

Jelang tahun politik 2019, Ferry Batara pun meminta seluruh komponen bangsa agar menggunakan media sosial secara positif, yakni menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, yang dapat membangun negeri.

Bacaleg dari PSI itupun mengajak agar peringatan HUT RI yang baru saja dilaksanakan, dijadikan sebagai sarana untuk merefleksikan kembali pencapaian bangsa selama 73 tahun merdeka.

“Bangsa ini sangat majemuk, kalau kita sendiri tidak mau bersatu, hanya karena kepentingan politik, percayalah bangsa ini akan hancur seperti negara-negara lain, yang terpecah-belah hanya karena perbedaan suku, agama, bahkan Bahasa, ” tuturnya.

Menurut Ferry, perbedaan pandangan politik adalah sesuatu hal yang biasa dalam berdemokrasi. Tapi hal yang memprihatinkan jika perbedaan pilihan politik sampai merusak keharmonisan keluarga, tetangga maupun saudara.

Ferry menjelaskan, perbedaan pandangan adalah suatu berkah, artinya banyak solusi yang bisa digunakan untuk memecahkan segala persolan di negeri ini. Tentu saja, solusi terbaik yang harus dipakai.

“Nilai-nilai persatuan dan perdamaian harus dijunjung tinggi. Saya yakin dan percaya perbedaan pandangan di media sosial adalah hal yang positif dan suatu berkah, selagi pandangan-pandangan itu tidak menyakiti satu sama lain,” jelasnya.

Ferry Batara pun mengajak netizen agar bisa membedakan kabar yang asli dan hoaks. Jangan menerima secara membabi-buta kabar yang diterima.

“Masyarakat harus bisa membedakan kabar hoaks atau bukan, caranya dengan menyaring setiap berita yang diterima. Tidak menerima secara mentah-mentah,” tutupnya. (ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *