Internasional

Jemaah Haji Kritik Sikap Negara Arab soal Palestina

Ibadah haji di Kabah. (Foto: AFP)

Riyadh: Sejumlah Muslim di Arab Saudi yang sedang menjalani ibadah haji mengkritik para pemimpin Arab yang gagal menghadapi keputusan Amerika Serikat (AS) yang memindahkan kedutan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemindahan kedutaan besar ini berarti AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Harusnya para pemimpin Arab harus bisa bertindak. Jika para pemimpin Arab bersatu dan bergerak, tidak mungkin bagi Amerika untuk melakukan pemindahan tersebut," kata Saad Awad, jemaah asal Sudan, dikutip dari South China Morning Post, Selasa 21 Agustus 2018.

Senada dengan Awad, para jemaah lainnya juga mengatakan bahwa negara-negara Arab yang mengaku memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tak bergerak sama sekali.

"Orang-orang Arab lemah dan tidak mengambil posisi dalam masalah Yerusalem," ucap Hilal Issa, seorang jemaah asal Aljazair.

Jemaah asal Yaman bernama Amr Ahmed Ali juga berujar bahwa seharusnya para pemimpin negara Arab harus bisa tegas terhadap Amerika, terutama soal status Yerusalem.

"Jika orang-orang Arab bersatu, tidak akan ada yang berani memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem," ucap dia. 

Tak hanya itu, beberapa kritikus menuduh Arab Saudi memang sengaja menyerahkan hak-hak Palestina demi aliansinya dengan Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud telah meyakinkan bahwa Arab Saudi dan sekutu-sekutunya tetap mendukung solusi perdamaian dua negara atau two state solution antara Palestina dan Israel, bukan dengan cara memindahkan kedutaan besar.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close