Jerat Hukum Para Pelengser Gus Dur (Bagian 1)

  • Whatsapp

Niat jahat itu dibuktikan dengan sebuah tindakan rekayasa pemborongan dollar yang dilakukan oleh para pelengser Gus Dur. Berkaca pada tindak pidana makar yang dilakukan oleh Eggi Sudjana yang mengancam Presiden Joko Widodo melalui orasi, maka bisa dijadikan rujukan penting untuk menindak para pelengser Gus Dur.

Tindakan Eggi Sudjana yang mengancam Joko Widodo apabila dilihat dalam suasana saat Eggi mengutarakan statemennya bisa dibilang adalah sikap reaksioner saja, dan juga suatu hal yang mustahil bagi Eggi Sudjana sebagai warga biasa bisa melakukan ancaman pembunuhan, meskipun demikian Eggi tetap bisa dijerat dengan perbuatan makar.

Bacaan Lainnya

Apalagi dalam kasus pelengseran Gus Dur sebagai Presiden yang merencanakan pelengseran bukanlah orang “biasa” karena berada dalam kelompok pejabat negara, pejabat tinggi negara, pengusaha dan para intelektual yang mempunyai kekuatan politik dan ekonomi yang kuat tentu lebih mudah untuk dikenakan pasal makar.

Kemudian dalam hal fitnah, masyarakat terus digiring supaya menganggap Gus Dur telah menyalahgunakan kekuasaan sebagai Presiden untuk memperkaya diri sendiri caranya dikaitkan dengan kasus “Buloggate” dan “Bruneigate”.

Dimana alasan inilah yang digunakan oleh para pelengser untuk memakzulkan Gus Dur dari jabatan sebagai Presiden. Sedangkan sampai sekarang Gus Dur tidak pernah terbukti melakukan perbuatan tersebut.

Sehingga para pelengser Gus Dur berpotensi untuk dijerat pidana melalui Pasal 311 ayat (1) KUHP yang bunyinya “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun”.

Dari uraian di atas sudah bisa ditarik benang merahnya, unsur-unsur dari pasal 311 ayat (1) KUHP adalah Seseorang, Menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan, dan orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar.

Artinya para pelaku pelengser Gus Dur sampai saat ini tidak bisa membuktikan Gus Dur telah menyalahgunakan kekuasaanya dalam kasus Buloggate dan Bruneigate. Sehingga para pelengser Gus Dur berpotensi bisa terjerat pasal fitnah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *