Internasional

Jerman Kembalikan Sisa Jenazah Korban Genosida ke Namibia

Anggota Suku Nama yang menjadi korban pembantaian kolonial Jerman di Namibia (Foto: AFP).

Berlin: Pemerintah Jerman akan menyerahkan sisa-sisa jasad manusia korban pembantaian masa kekuasaan kolonial Jerman di Namibia. Korban genosida itu diserahkan kepada Pemerintah Namibia.
 
19 tengkorak, kulit kepala dan tulang akan diterima delegasi Pemerintah Namibia pada Rabu saat kebaktian gereja di Berlin.
 
Menteri Negara untuk Kebijakan Budaya Internasional di Kementerian Luar Negeri Jerman Michelle Muentefering mengatakan, "Kami ingin membantu menyembuhkan luka dari kekejaman yang dilakukan Jerman saat itu."
 
Namun, keturunan para korban masih menunggu permintaan maaf dari Pemerintah Jerman. Perwakilan keturunan dari puluhan suku Herero dan Nama yang dibantai antara tahun 1904 dan 1908 mengkritik bahwa upacara saja tidak cukup.
 
Ketua Yayasan Genosida Ovaherero, Esther Utjiua Muinjangue mengatakan bahwa serah terima tersebut akan menjadi "kesempatan sempurna" bagi Jerman untuk meminta maaf secara resmi atas apa yang terjadi satu abad lalu.
 
"Apakah itu terlalu berlebihan? Saya kira tidak," katanya saat konferensi pers Berlin, menggambarkan sikap Pemerintah Jerman yang mengejutkan, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Agustus 2018
 
Tidak ada ganti rugi
 
Menteri Muentefering mengatakan kepada wartawan pada bahwa Jerman masih memiliki "banyak hal yang harus dilakukan untuk berdamai dengan kolonialnya."
 
Sebagai bagian dari pembicaraan dengan pemerintah Namibia yang sedang berlangsung untuk membahas isu ini, Pemerintah Jerman pada tahun 2016 lalu bahwa pemerintah berencana untuk mengeluarkan permintaan maaf yang resmi. Tetapi, negosiasi tersebut masih berlangsung.
 
Meskipun Berlin telah mengakui kekejaman yang dilakukan pasukan kekaisaran Jerman, pemerintah menolak untuk secara langsung mengganti rugi.
 
Ini menjadi perdebatan karena bantuan pembangunan Jerman senilai ratusan juta euro kepada Namibia sejak kemerdekaannya dari Afrika Selatan tahun 1990 adalah "untuk kepentingan semua rakyat Namibia."
 
Perwakilan dari Suku Herero dan Nama yang marah dengan sikap Berlin mengajukan gugatan perwakilan kelompok di pengadilan Amerika Serikat untuk menuntut ganti rugi. Mereka juga berharap untuk diikut sertakan dalam diskusi antara Jerman dan namibia.
 
Hakim pengadilan New York dalam kasus ini belum memutuskan apakah akan mengabulkan tuntutan tersebut.
 
Menteri Kebudayaan Namibia Katrina Hanse-Himarwa bersama dengan Muentefering telah berbicara mengenai permasalahan tersebut dan mengatakan bahwa kedua negara "masih memiliki banyak masalah untuk dipecahkan".
 
"Kami harus memastikan bahwa setelah kami mencapai kesepakatan tentang kerusakan tersebut, pengakuan dan permintaan maaf, akan ada masa di mana Jerman dan Namibia bergandengan tangan dan bergerak maju," tutur Hanse-Himarwa. (Khalisha Firsada).

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close