Ini Pernyataan Mantan Ketua KPK Abraham Samad Soal Revisi UU KPK

Jika Usulan Itu Dari Plt Pak Ruki, Maka Menyalahi Aturan

  • Whatsapp
Mantan Ketua KPK Araham Samad (Ist)

INDOPOLITIKA- Mantan Ketua KPK Abraham Samad membantah anggapan yang mengatakan revisi terhadap Undang-Undang KPK sudah ada sejak 2015.

“Saya luruskan bahwa usulan (RUU) tahun 2015. Seingat saya masa periode kepemimpinan saya 2012-2015, tapi saya mengalami kriminalisasi maka saya berhenti di tengah jalan tahun 2015. Kemudian digantikan Plt dan kawan-kawan sampai bulan Desember,” kata Abraham Samad di D’Consulate Resto, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019)

Baca Juga:

Samad menyampaikan itu di diskusi polemik ‘KPK adalah Koentji’. Samad menanggapi pemaparan dari anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan soal usulan RUU tentang KPK diajukan sejak November 2015. Samad merasa dalam kepemimpinannya saat itu tidak pernah mengajukan RUU tentang KPK. Dia menduga RUU itu diusulkan oleh Plt Pimpinan KPK saat itu.

“Sepengetahuan saya jilid 3 pada saat saya dan teman-teman memimpin, kami tidak pernah punya usulan seperti yang disampaikan tadi. Tapi saya nggak tahu kalau usulan itu datang dari Plt Pak Ruki (Taufiqurrahman Ruki)” ujarnya.

Samad menilai jika benar usulan itu diajukan ketika Plt pimpinan KPK, maka telah terjadi pelanggaran prosedur. Sebab, ia menyebut seorang Plt tidak bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis.

“Jadi, kalau plt benar mengusulkan, maka itu pelanggaran yang dilakukan Plt. Dan kami tidak akan tinggal diam, kami minta Plt bertanggung jawab,” tutur Samad.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan sebelumnya membantah jika ada anggapan RUU tentang KPK merupakan operasi senyap. Ia mengatakan usulan untuk merevisi UU tentang KPK sudah masuk ke DPR sejak November 2015.

“Kemudian operasi senyap, di DPR itu nggak mungkin ada operasi senyap apalagi ini sudah di paripurna. Ada masuk dulu ke Bamus dulu, ada usulan Baleg, melibatkan semua Fraksi. Membangun logika akal sehat, nggak mungkinlah di DPR ada operasi senyap. Karena semuanya terjadwal dan terdokumentasi secara transparan dan terbuka. Terus Ini kok terburu-buru, ini kan 19 November 2015,” kata Arteria.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *