Capres

JK, Akbar Tandjung, dan Mahfud MD Diusulkan KAHMI Jadi Cawapres ARB

Tiga petinggi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menemui Ketua Umum Partai Golkar sekaligus kandidat calon presiden, Aburizal Bakrie, di Jakarta, Kamis siang, 24 April 2014. Mereka adalah Laode Kamaluddin, Fuad Bawazier dan Sulastomo.

Ketiganya merupakan utusan Majelis Nasional KAHMI untuk menyampaikan dan mengkomunikasikan keputusan Munas IX KAHMI di Pekanbaru, Riau, Desember 2012. Isi hasil Munas itu ialah merekomendasikan tiga kader terbaiknya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, yakni Muhammad Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, dan Moh. Mahfud MD.

Dikutip dari salinan Pokok pikiran Majelis Nasional KAHMI dalam rangka Pemilu Presiden 2014, organisasi tersebut menilai, ketiga kadernya mememenuhi kriteria sebagai pemimpin nasional.

“KAHMI merekomendasikan agar kepemimpinan nasional 2014-2019 perlu memenuhi kriteria, antara lain, memiliki integritas, kualitas kepemimpinan, pengalaman pemerintahan, serta mencerminkan aspirasi umat Islam. Berdasarkan kriteria tersebut dan pemikiran yang berkembang, KAHMI merekomendasikan kader terbaiknya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, sebagai berikut: Muhammad Jusuf Kalla, Akbar Tandjung dan Moh. Mahfud MD.”

ARB (panggilan akrab Aburizal Bakrie) menyambut baik prakarsa KAHMI yang mengajukan tiga kadernya sebagai capres maupun cawapres. Namun dari ketiganya, yang paling memungkinkan adalah Mahfud MD. Sebab, Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung adalah kader/ petinggi Partai Golkar. Sementara, Partai telah menetapkan dirinya sebagai capres.

“Kalau capres, Golkar sudah punya capres yang ditetapkan di rapimnas. Jadi, tidak ada pergantian, tetap ARB,” katanya.

“Soal cawapres, ketiganya tokoh yang bagus. Tapi Pak JK (Jusuf Kalla) dan Pak Akbar Tandjung juga Partai Golkar. Kalau Pak Mahfud, insya Allah, kalau ada kesepahaman, kita akan bahas lagi,” ujarnya.

Namun ia menegaskan bahwa nama Mahfud MD lebih memungkinkan karena ia bukan kader/ petinggi Partai Golkar.

“Yang dua (Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung) kan dari Golkar. Yang masih mungkin kan Pak Mahfud,” katanya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close