JK Desak Bank Indonesia Tekan Kembali Suku Bunga Acuan

  • Whatsapp
Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA, INDOPOLITIKA – Wakil Presiden Jusuf kala (JK) berharap tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia(BI) bisa turun lagi. Ia meyakini kelanjutan penurunan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) dapat direalisasikan jika kondisi ekonomi, baik dari domestik maupun global, lebih kondusif.

“Tentu dalam kondisi hari ini cukup baik. Tetapi, harapannya, dalam kondisi lebih tenang dan kondisi ekonomi lebih baik itu bisa turun lagi. Dulu kita pernah 4,5 persen,” katanya, Kamis (25/7).

Berita Lainnya

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan peluang penurunan bunga acuan makin terbuka jika tingkal Inflasi terkendali. Alasannya, inflasi yang terkendali menunjukkan kondisi ekonomi yang baik, sehingga membuka peluang bagi bank sentral untuk menurunkan tingkat bunga acuan.

Darmin, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), mengklaim pemerintah telah berhasil menurunkan tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi sebesar 3,13 persen. Pada Juni 2019, inflasi tercatat sebesar 0,55 persen secara bulanan atau 3,28 persen secara tahunan. Pemerintah sendiri mematok target inflasi sebesar 3,5 persen tahun ini.

“Kalau kami bisa kendalikan dan dorong inflasi turun, maka yang Pak Perry (Gubernur BI Perry Warjiyo) tadi sampaikan tingkat bunga juga akan turun,” katanya.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral masih membuka ruang untuk kebijakan moneter yang akomodatif. Hal ini mempertimbangkan rendahnya tingkat inflasi dan perlunya stimulus yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebagai catatan, target inflasi BI tahun ini adalah 3,5 persen plus minus 1 persen.

“Kami juga sudah mulai menurunkan suku bunga bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Sebagai informasi, BI memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen pada bulan ini. Penurunan bunga ini merupakan yang pertama sejak September 2017 dan diharapkan mampu menggenjot perekonomian di dalam negeri.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *