Internasional

John McCain, Patriot Sejati dan Negarawan Handal

Senator Partai Republik, John McCain. (Foto: Robyn Beck / AFP)

Arizona: John McCain, seorang pahlawan perang dan tokoh ternama dalam dunia perpolitikan Amerika Serikat, meninggal dunia pada Sabtu 25 Agustus 2018 setelah berjuang keras melawan kanker otak sejak tahun lalu. McCain berpulang di usia 81 tahun.

Kepergian senator itu menandai akhir dari 35 tahun karier politiknya, yang sempat mengantarkannya ke gerbang Gedung Putih sebagai kandidat presiden dari Partai Republik.

"Perjalanan yang menarik," tulis McCain, yang pernah disiksa selama lima tahun sebagai tahanan perang di Vietnam, dalam sebuah memoar yang diterbitkan tahun ini.

"Saya sudah melihat banyak hal mengagumkan, berjuang dalam perang dan membantu mencapai perdamaian. Saya mengukir ruang kecil dalam sejarah Amerika dan histori kehidupan pribadi."

McCain, yang dirawat di rumahnya di Arizona, dikelilingi sang istri, Cindy, dan keluarganya di momen-momen akhir kehidupannya.

"Dia adalah api kehidupan yang berkobar terang, dan kami semua hidup di bawah cahaya serta kehangatannya," ucap Meghan McCain, salah satu dari tujuh anak sang senator — tiga dari mereka dari pernikahan sebelumnya.

Di Washington, bendera AS di Capitol Hill dan Gedung Putih dikibarkan setengah tiang untuk menghormati McCain. Di dekat tempat tinggal McCain di Sedona, Arizona, terdapat sebuah papan bertuliskan, "Sen McCain, terima kasih atas pengabdian Anda."

Iring-iringan polisi mengawal rombongan kendaraan yang membawa jasadnya, di tengah terpaan sinar mentari senjata yang sangat disukai McCain. Warga setempat beramai-ramai membawa bunga untuk menghormati politikus senior itu.

Teman dan kolega McCain telah datang ke Arizona sejak setahun terakhir, sejak dirinya didiagnosis mengidap kanker otak pada Juli 2017.

Baca: Senator John McCain Meninggal Dunia


Senator John McCain. (Foto: AFP)

Patriot Sejati

Presiden AS Donald Trump, yang pernah mengejek jejak karier McCain di dunia militer, menyampaikan "simpati mendalam dan rasa hormat" via Twitter.

Seorang kritikus tajam Trump, McCain menuduh sang presiden sebagai sosok "naif, egois dan condong mendukung otokrat." McCain menggunakan hak pilihnya tahun lalu dalam mematikan usaha Republik dalam menyingkirkan Obamacare, asuransi kesehatan masa Barack Obama. Trump sangat kesal terhadap langkah McCain kala itu.

Namun semua mantan presiden AS kala itu memuji integritas mendalam McCain.

"Kita semua berutang jasa kepadanya," kata Obama, mantan presiden dari Partai Demokrat yang mengalahkan McCain dalam pemilihan umum 2008.

"McCain adalah pria dengan keteguhan hati yang dalam dan patriot tertinggi," sebut George W. Bush (2001-2009).

Media lokal AS menyebut McCain sempat meminta agar Obama dan Bush berpidato dalam prosesi pemakamannya. Dia juga berwasiat agar Trump tidak boleh diizinkan datang.

Bill Clinton (1993-2001) memuji McCain dengan mengatakan bahwa "dirinya sering bertindak dengan mengesampingkan kepentingan partai." Sementara George H. W. Bush (1989-1993) menilai McCain sebagai "pelayan publik dengan keberanian terlangka."

"McCain adalah pria terhormat dan patriot sejati," tulis Jimmy Carter (1977-1981). "Amerika akan selamanya berterima kasih atas aksi heroiknya di dunia militer serta integritas dirinya yang dalam."

Baca: Obama: Amerika Berutang Jasa pada John McCain


Obama bersama McCain dalam debat pilpres 2008. (Foto: AFP)

Karier Politik

McCain menghabiskan lebih dari tiga dekade di Senat, lewat sepak terjang seputar dalam debat mengenai perang, perdamaian dan arah moral bangsa. Sebelumnya, dia pernah beberapa kali menjadi representatif AS pada 1983-1987.

Dia menjauh dari Senat sejak Desember tahun lalu dan berdiam di kediamannya di Arizona. Dia dirawat atas glioblastoma — sejenis kanker otak yang juga merenggut nyawa senator Demokrat, Ted Kennedy, pada 2009.

Dua mantan senator yang menjadi wakil presiden, Al Gore dan Joe Biden, sama-sama memuji McCain sebagai seseorang yang berusaha "mencari kesamaan" dalam menyelesaikan konflik dan sesosok "teman yang akan sangat dirindukan."

Sarah Palin, yang digandeng McCain sebagai calon wakil presiden pada 2008, menyebutnya sebagai "pria Amerika tulen" dan "seorang pejuang yang tidak pernah takut dalam membela keyakinannya."

Senator Demokrat Chuck Schumer mengaku akan berusaha menamakan ulang gedung Senat untuk menghormati McCain.

Dari luar negeri, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa "pengabdian seumur hidup" McCain merupakan "inspirasi bagi jutaan orang." Sementara PM Israel Benjamin Netanyahu memujinya sebagai "patriot hebat Amerika yang dukungnya kepada Israel tidak pernah tergoyahkan."

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut McCain akan diingat sebagai seorang "Atlanticist" dan pendukung NATO. Sementara Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas memuji McCain sebagai pria yang suaranya akan selalu dikenang.

"Dia berdiri untuk Amerika sebagai negara mitra dapat dipercaya. Seorang Amerika yang berdiri kokoh membela nilai-nilai dan prinsipnya, dan menunjukkan kepemimpinan dengan berlandaskan hal-hal tersebut," ungkap Maas.

Pujian bagi McCain rupanya tidak bersifat universal. Kantor berita berhaluan sayap kanan Breitbart menyebut McCain sebagai RINO (Republican In Name Only) karena menggunakan suaranya untuk menolak pengganti Obamacare dan juga sering mengkritik Trump.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close