Jokowi ‘Bedah’ Kekuatan Kapal Selam Alugoro 405 Buatan Anak Bangsa

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Kunjungi Kapal Selam Buatan PT PAL, KRI Alugoro-405

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto beberapa hari lalu digadang-gadang tertarik memboyong 48 jet tempur Dassault Rafale dan 4 kapal selam Scorpene buatan Perancis. Hal itu terkuak saat Prabowo bertandang ke perusahaan alutsista Perancis pada 11-13 Januari 2020.

Namun hari ini, Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas di Hanggar Produksi Kapal Selam PT PAL Surabaya, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas ini untuk memastikan program pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) benar-benar dapat memperkuat industri pertahanan di negara Indonesia.

Baca juga:

“Siang hari ini kita akan membahas strategi besar ke depan terhadap industri strategis pertahanan kita yang terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan pengadaan alat utama sistem senjata,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin rapat, seperti ditulis setkab.go.id.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan jajaran PT PAL Indonesia memasuki perut kapal selam KRI Alugoro-405. Jokowi dan para menteri tampak sumringah saat berada dalam ruang kendali kapal selam.

“Saya memasuki kapal selam yang tengah bersandar di tepi dermaga PAL di Surabaya ini. Wah, canggih. Panjangnya 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot, dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot.” tulis Presiden Jokowi di akun media sosialnya.

Menurut Presiden Jokowi, KRI Alugoro-405 adalah kapal selam ketiga dari batch pertama yang diproduksi dalam kerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, Korea Selatan. “Tentu ada transfer teknologi di dalamnya” tambahnya.

Mengutip dari majalah Indonesian Defence Review, KRI Alugoro 405 ini merupakan jenis Kapal selam kelas Cakra dan merupakan versi pengembangan dari kapal selam kelas Chang Bogo 209/1400 dari Korea Selatan.

Perakitan kapal selam ini dilakukan secara mandiri oleh anak bangsa di galangan PT PAL Indonesia yang berlokasi di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, setelah mendapat transfer teknologi dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) yang berpusat di Korea Selatan.

Nama Alugoro diambil dari nama senjata pemukul berbentuk alu yang dalam cerita pewayangan digunakan oleh Prabu Baladewa.

Kapal selam DSME209 ini merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI Angkatan Laut.

Secara spesifik kapal perang ini memiliki daya delapan tabung senjata untuk torpedo dan peluru kendali. Kapan selam ini didesain untuk berbagai misi diantaranya peperangan anti-permukaan (anti-surface warfare / ASuW), peperangan anti-kapal selam, peletakan ranjau, dan operasi pasukan khusus. [rif]

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *