Jokowi Beri Kursi Menhan Pada Prabowo Itu Transaksi Politik, Bukan Negarawan

  • Whatsapp
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya

INDOPOLITIKA.COM- Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai saat ini banyak kalangan ingin berupaya mengaburkan pengertian sikap kenegarawanan seorang politikus.

Upaya pengaburan itu terlihat dengan banyak kalangan menilai keputusan Presiden Jokowi menempatkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sebagai sikap seorang negarawan. Sebaliknya sikap Prabowo mengalah dengan menerima tawaran dari Presiden Jokowi sebagai Menhan juga dikatakan sebagai sikap negarawan.

Baca Juga:

“Kedua sikap itu adalah transaksi politik, bukanlah kenegarawanan,” kata Yunarto saat berbicara di acara talk show di stasiun televisi Rabu (23/10/2019).

Menurut Yunarto, negarawan adalah orang yang ketika kalah di pemilu walaupun menyakitkan melihat quick count sebagai hasil ilmiah, dia mengakuinya dan mau mengucapkan selamat tanpa menimbulkan pertentangan.

Contoh lainnya lagi adalah ketika jagonya maju dalam pilkada dan ada ormas-ormas yang dia tahu mau menunggangi calonnya dengan cara-cara memecah belah. Maka tokoh itu harus menolaknya. “Itu yang namanya sikap negarawan,” tambah Yunarto.

Jadi transaksi politik yang dilakukan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto saat ini harusnya ditanggapi dengan biasa saja. Tak perlu dikaitkan dengan sikap kenegarawanan.

Jokowi dan Prabowo baru bisa dikatakan naik kelas dari sikap transaksi politik yang dilakukan keduanya hari ini adalah bila keduanya bisa tampil sebagai pemimpin yang memiliki kepribadian.

“Jokowi baru bisa naik kelas sedikit dari sekadar transaksi politik, jika dia bisa menunjukan bahwa dia adalah atasan dari Prabowo. Jadi tidak boleh ada menteri yang visi misinya beda dengan Presiden. Prabowo sebagai bawahan pun harus bisa menunjukkan bahwa dia loyal kepada atasannya,” pungkasnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *