Jokowi Dinilai Pragmatis, Hensat: Engga Aneh, Dari Dulu Memang Begitu

  • Whatsapp
Presiden Jokowi saat diwawancara koresponden BBC Asia.

“Masyarakat Indonesia juga penuh dengan toleransi, senang dengan demokrasi. Bahwa ada yang intoleran, bahwa ada yang namanya konflik kecil-kecil, normal saja di sebuah negara besar seperti Indonesia, yang memiliki keragaman. Kalau ada gesekan kecil, normal menurut saya,” jelas Jokowi.

Bagaimana dengan isu hak asasi manusia? Dalam kesempatan ini, Karishma juga menanyakan sikap Jokowi terkait isu hak asasi manusia dan lingkungan. Karena seperti diketahui, kata dia, Jokowi dalam periode kepemimpinanya ini lebih foku kepada peningkatan ekonomi, menekan angka pengangguran. ”Seberapa penting bagi Anda terhadap isu lain seperti HAM misalnya,” tanya Karishma?

Bacaan Lainnya

Menjawab pertanyaan itu, Jokowi mengatakan bahwa pertama, pemerintahanya fokus peningkatan infrastuktur. Dan periode kedua ini, lanjut Jokowi, fokus pada pembangunan sumber daya manusia, setelah itu lingkungan, inovasi, kemudian hak asasi manusia. Kenapa tidak?

“Tapi enggak bisa semuanya dikerjakan (berbarengan). Bukan, bukan tidak mau. Tapi memang, saya senang kerja fokus, saya senang kerja prioritas,” kata Jokowi.

“Apakah demokrasi di Indonesia berbeda dengan negara lainya,” tanya Karishma.

Menurut Jokowi, jelas berbeda. Katanya mantan Gubernur DKI Jakarta ini, demokrasi di Indonesia tidak harus berbenturan satu sama lain. Contohnya, rivalitas Jokowi dengan Prabowo pada Pilpres, mencair ketika dua tokoh itu dipersatukan dalam sebuah pemerintahan.

“Saya dengan Pak Prabowo, sekarang dalam satu koalisi. Pak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. Di Indonesia bisa seperti itu. Di negara lain mungkin sulit seperti itu. Tapi inilah Indonesia. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi pancasila. Demokrasi gotong royong,” tutupnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *