Jokowi Harus Abaikan Saran PDIP, Jika Tak Mau Kekuasaannya Goyah

  • Whatsapp
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin.

INDOPOLITIKA.COM- Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, memprediksi Presiden Jokowi akan mengambil langkah mengabaikan partai pengusungnya, PDIP dalam menyikapi aksi demonstrasi mahasiswa dan rakyat berskala besar yang menolak UU KPK hasil revisi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebab, kata Ujang, jika Presiden Jokowi tetap manut pada PDIP yang menyarankan agar Presiden tidak mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) KPK maka kekuasaannya bisa goyah.

Muat Lebih

“Karena jika Perppu tidak dikeluarkan, madhorotnya besar. Jokowi bisa goyah kekuasaannya. Walaupun Fraksi PDIP menolak Presiden untuk menerbitkan perppu. Namun sepertinya Presiden dengan sangat terpaksa akan tetap mengeluarkan perppu,” ujar Ujang saat dihubungi Indopolitika.com, Senin (30/9/2019).

Ujang mengatakan, jika Presiden keukeuh manut mengikuti langkah PDIP di tengah gelombang besar arus penolakan rakyat dan mahasiswa menolak UU KPK hasil revisi, maka bukan tidak mungkin akan terjadi demonstrasi besar-besaran lagi dari para mahasiswa. “Dan itu akan mendelegitimasi kekuasaan Jokowi,” ujarnya.

Selain itu, citra Presiden Jokowi juga akan anjlok jika Presiden tetap mengikuti keinginan PDIP yang menyarankan tidak mengeluarkan perppu.

“Itu jelas bertentangan dengan kehendak rakyat. Jika tetap menngikuti PDIP maka rakyat tentunya akan mencurigai ada agenda busuk di balik sikap Presiden itu,” tandasnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *