Jokowi Janji Harga Minyak Goreng Bakal Turun Seliter Jadi Rp14.500

Presiden Jokowi memberikan arahan terkait pemilu 2024/tangkapan layar

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mantan mengungkapjika sebenarnya persoalan minyak gorang bukan hal yang mudah ditangani pemerintah. Ia beralasan, harga minyak goreng di Indonesia terdampak dari tingkat global.

Mantan Wali Kota Surakarta ini pun berjanji harga minyak goreng akan berada di kisaran Rp14 ribu dalam waktu dekat ini. Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara Rakerna V organisasi relawan Projo di Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (21/5/2022).

Bacaan Lainnya

“Minyak goreng ini bukan persoalan mudah. Sudah sejak awal Januari saya melihat naik, naik, naik, kenapa? Sama seperti harga pangan lain, karena harga internasionalnya tinggi, harga globalnya tinggi, semua barang mengikuti, ketarik ke sana, karena harga minyak goreng terutama di Eropa, Amerika, naiknya tinggi,” ujar Jokowi saat membuka Rakernas Projo yang disiarkan secara daring.

Tak hanya itu, ia menekankan sudah beberapa kebijakan dilakukan untuk mendorong penurunan harga minyak goreng, namun harga tetap naik. Pun akhirnya Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memutuskan untuk menghentikan ekspor minyak goreng.

“Tapi itu juga kebijakan yang tidak mudah. Begitu disetop, harga TBS (Tandan Buah Segar) sawitnya jatuh, turun. Petani sawit, pekerja sawit, 17 juta orang. Negara ini dipikir gampang, tidak mudah,” katanya.

Selain urusan petani dan pekerja sawit, pemerintah juga memikirkan penerimaan negara yang berasal dari pajak sawit, bea ekspor sawit, bea keluar sawit, serta PNBP dari sawit dan nilainya sangat besar karena mencapai kurang lebih Rp60-70 triliun.

“Besar sekali, padahal APBN sangat membutuhkan penerimaan negara. Jadi kenapa sampai 4 bulan kita tidak berani setop ekspor itu, juga karena itu. Tapi ini kuncinya sudah ketemu. Ini dalam 1-2 minggu InsyaAllah yang namanya minyak goreng curah akan berada di harga Rp14 ribu,” katanya.

Akhirnya, ia pun mengaku terpaksa menekan produsen besar agar menurunkan harga minyak goreng, demi kepentingan masyarakat banyak.

“Saya sebenarnya tidak senang menekan-nekan mekanisme pasar, itu tidak senang, tapi yang ini terpaksa harus dilakukan, harus dilakukan,” kata Presiden Jokowi.

Dalam agenda tersebut, ia sempat menyampaikan, sebelum menghadiri Rakernas V Projo sempat mengecek harga minyak goreng di Pasar Muntilan, Magelang. Dari tinjauan tersebut, ia memperoleh informasi harga minyak goreng Rp14.500 per liter .

“Saya besok mau cek lagi di pasar-pasar lain. saya kira mungkin dalam 1-2 minggu ini semua pasar harganya kurang lebih seperti itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Jokowi menyampaikan jika harga minyak goreng di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan negara lain.

Ia membandingkannya dengan di Jerman, harga minyak goreng per liter Rp47 ribu, di Singapura Rp41 ribu per liter, di Amerika Rp45 ribu per liter.

Artinya, ia mengemukakan, Indonesia masih bisa mengendalikan inflasi dan kenaikan harga-harga.

Meski begitu, dia meminta masyarakat bersiap dengan berhemat dan menabung, guna menghadapi ketidakpastian kondisi global yang belum jelas dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.