Jokowi Minta Kerusakan Fasilitas Umum Akibat Kerusuhan di Wamena Diperbaiki

  • Whatsapp
Presiden Jokowi

INDOPOLITIKA.COM- Pasca terjadinya kerusuhan yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak di Wamena, Papua, Presiden Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaikinya. Jokowi meminta perbaikan Pasar Wouma difokuskan terlebih dahulu.

“Pasar Wouma ini merupakan pasar tempat masyarakat menjual produk-produk pertanian yang dihasilkan di Wamena dan sekitarnya, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan juga barang-barang logistik yang diperlukan. Sehingga ini kita berikan prioritas, didahulukan,” kata Jokowi dalam sebuah keterangan tertulis.

Baca Juga:

Jokowi meminta rehabilitasi Pasar Wouma dirampungkan dalam waktu dua minggu. Hal itu menyusul pasar adalah pusat ekonomi masyarakat Wamena, Papua.

“Insya Allah selesai 2 minggu. Sudah langsung bisa dipakai, sehingga kegiatan ekonomi yang berada di pasar ini kembali pulih secepat-cepatnya,” ucapnya.

Lanjut Jokowi, renovasi Pasar Wouma yang seluas 740 m itu akan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana dari PT Nindya Karya dan konsultan PT Virama Karya.

Selain Pasar Wouma, rumah-rumah warga dan toko yang rusak akibat kerusuhan, September lalu, juga akan direhabilitasi. Kata Jokowi, perbaikan itu akan dikerjakan secara swakelola dan kerjasama melibatkan Zeni TNI AD.

“Kita ingin semuanya dikerjakan cepat, agar ekonomi juga bergerak kembali normal. Saya kira itu yang kita harapkan di Wamena. Bukan hanya ekonomi di Wamena dan sekitarnya, kita harapkan di tanah Papua juga sama. Saya mengecek beberapa tempat di Papua Barat, di Wamena, semua akan normal kembali,” ujarnya.

Berdasarkan catatan dari KemenPUPR dampak kerusuhan yang terjadi di Wamena, September lalu, mengakibatkan sebanyak 6 kantor pemerintah mengalami rusak berat dan 8 lainnya rusak ringan. Adapun kantor pemerintah yang mengalami rusak berat diantaranya, Kawasan Kantor Bupati Jayawijaya, Kantor Badan Lingkungan Hidup, PLN, KUA dan Kantor Dinas Perhubungan.

Selain kantor pemerintahan, sebanyak 18 gedung pedidikan, 403 ruko juga mengalami rusak berat. Untuk perbaikan kerusakan memang akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun Jokowi berjanji semua biaya perbaikan akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui KemenPUPR.

“Yang penting cepat dikerjakan, anggarannya dari Kementerian PUPR,” tandasnya. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *