Jokowi Perintahkan Cegah Kebocoran Anggaran Kemhan, Prabowo Mau Diuji?

  • Whatsapp
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

INDOPOLITIKA.COM- Agaknya Presiden Jokowi ingin agar Menteri Pertahanan yang pernah menjadi rivalnya bertarung di Pilpres 2019 Prabowo Subianto, membuktikan asumsi yang pernah dilontarkannya bahwa ada banyak kebocoran anggaran di struktur APBN kita.

Tengok saja saat rapat terbatas di istana kepresidenan membahas kebijakan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), Presiden Jokowi mewanti-wanti pada Prabowo agar menjaga agar tak terjadi kebocoran, penggelembungan anggaran.

Bacaan Lainnya

“Jadi terus-menerus ditekankan oleh Bapak Presiden kepada saya, dan saya menyambut sangat baik perintah itu. Kita benar-benar ingin jaga tidak ada kebocoran, tidak ada penggelembungan, mark upmark up yang tidak masuk akal,” ungkap Prabowo di istana kepresidenan Jumat (22/11/2019).

Menanggapi permintaan Presiden tersebut, Menteri Prabowo berjanji akan mencari celah kebocoran di anggaran pertahanan termasuk dalam pengadaan alutsista.

“Kita akan review semua. beliau sangat tegas kepada saya, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada penyimpangan, penyelewengan. Uang sangat berat didapat, uang rakyat, dari pajak,” tambah Prabowo.

Lantas apa saja alutsista yang akan ia prioritaskan untuk di-review? Prabowo enggan menyebutkannya.

“Kita kaji terus, nanti cost benefit-nya bagaimana, jadi kita akan lihat, yang kita butuh adalah efisiensi, penghematan, dan daya guna,” tambah Prabowo.

Sekadar informasi, anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada APBN 2020 mencapai Rp 127,36 triliun, terbesar dibandingkan kementerian/lembaga lainnya. Prabowo menilai porsi anggaran yang diterimanya dinilai cukup.

Untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI, Kemhan menganggarkan program modernisasi alutsista pada 2020 sebesar Rp 10,86 triliun, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas Rp 4,59 triliun untuk modernisasi alutsista matra darat, matra laut Rp 4,16 triliun, dan matra udara Rp 2,11 triliun.

“Kita review semua, semua proyek, pengadaan, kita review. kita cek lagi harga, kita cek lagi teknologinya tepat atau tidak, dan benar-benar lihat yang dibutuhkan pasukan kita di depan, TNI AL, AD, dan AU apa yang benar-benar mereka butuh,” tambah Prabowo.

Dalam ratas Presiden Jokowi memerintahkan tiga hal untuk dikerjakan. “Pertama, roadmap-nya harus jelas dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri mulai dari hulu sampai hilir dengan melibatkan baik BUMN maupun swasta sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan pada impor alutsista dari luar negeri,” kata Presiden Jokowi.

Kedua, harus dipastikan ada alih teknologi dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara-negara lain.

“Kita harus memastikan SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat, dan jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, mampu membelanjakan anggaran sebanyak banyaknya, apalagi orientasinya sekadar proyek. Sudah stop yang seperti itu. tapi orientasinya betul-betul strategic partnership,” tambah Presiden.

Ketiga, Presiden meminta kebijakan pengadaan alutsista betul-betul memperhitungkan dan mengantisipasi teknologi persenjataan yang berubah begitu sangat cepatnya.

“Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, yang sudah ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang,” tandas Presiden.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *