Jokowi Sentil Menkes Terawan, Dari Anggaran Rp75 T, Masak Baru Keluar 1,53 Persen?

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia.  (SP/Joanito)

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan instruksi tegas kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju dalam rapat kabinet paripurna. Jokowi juga mengancam akan membubarkan lembaga dan perombakan kabinet apabila tidak ada progres yang signifikan dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19).

Peringatan keras pun dilontarkannya kepada para pembantunya yang dinilai lambat dalam menangani wabah Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Jokowi mengeluh, belanja kementerian yang belum maksimal. Padahal, situasi saat ini darurat. Akibatnya, jumlah uang beredar mandek. Konsumsi masyarakat seret.

Bacaan Lainnya

“Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik,” tegasnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). Rekaman sidang itu baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Jokowi juga menyentil Kementerian Kesehatan yang diamanatkan anggaran Rp75 triliun. Namun, yang dibelanjakan baru 1,53 persen.

Dengan tegas, Jokowi pun langsung meminta kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto itu untuk segera mengeluarkan anggaran dengan penggunaan yang tepat sasaran. Apalagi, belakangan juga muncul keluhan soal pembayaran tunjangan untuk tenaga kesehatan, pejuang Covid-19 di garda terdepan.

“Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera dikeluarkan. Ini sudah disediakan Rp70-an triliun, coba. Uang beredar di masyarakat, jadinya ke-rem ke situ semua,” paparnya dengan nada jengkel.

Jokowi juga menyoroti soal bantuan sosial atau bansos untuk masyarakat yang belum mencapai 100 persen. “Bansos yang ditunggu masyarakat, segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary. Harusnya 100 persen,” kritiknya.

Mantan Walikota Solo ini juga menyinggung sektor UMKM. Menurut dia, sektor usaha itu saat ini menunggu bantuan pemerintah.

“Jangan biarkan mereka mati dulu, baru kita bantu. Nggak ada artinya itu. Berbahaya sekali, kalau perasaan kita enggak ada apa-apa. Berbahaya sekali,” sindir Jokowi.

Jokowi meminta semua hal yang berkaitan dengan ekonomi, harus diprioritaskan. Tujuannya, agar tak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extraordinary,” tegas Presiden lagi.

Jokowi pun menyebut, saat ini tak ada perkembangan atau progres yang signifikan. Dia pun menyatakan siap, jika para menteri memintanya menerbitkan perpu untuk memperlancar proses pengeluaran anggaran itu.

“Kalau perlu Peraturan Menteri, silakan. Kalau perlu Perpres, Perppu, silakan. Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya,” tandas Jokowi. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *