Jokowi Warning Indonesia Harus Berhati-hati Terhadap Ancaman Resesi

  • Whatsapp
Presiden Jokowi

INDOPOLITIKA.COM- Presiden Jokowi mengingatkan agar Indonesia berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter. Hal itu lantaran ancaman resesi sudah terjadi di beberapa negara.

“Kita harus sadar ekonomi global sedang bergejolak. Pertumbuhan ekonomi dunia juga turun, dunia juga sedang dalam ancaman resesi,” kata Jokowi, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga:

Jokowi bercerita saat bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Ia diingatkan untuk hati-hati mengelola fiskal dan moneternya karena kondisi ekonomi global saat ini sedang tidak sehat.

“Saya ketemu Managing Director IMF yang baru Kristalina. Dia berikan sebuah warning. Jokowi hati-hati mengelola moneter dan fiskal. Hati-hati karena kondisinya seperti ini,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan, beberapa negara sudah ada yang mengalami resesi dan ada yang sedang menuju resesi. Penurunan ekonomi suatu negara ini dikarenakan beberapa faktor, seperti perang dagang, guncangan geopolitik, geo ekonomi.

“Untuk itu kita harus mampu bertahan dan oleh sebab itu harus mampu menurunkan defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan, dengan meningkatkan ekspor, substitusi impor dan meningkatkan lapangan kerja,” tegas Jokowi.

Jokowi menekan kan kepada stake holder untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional meskipun peran swasta di bidang tersebut masih sangat dominan. Dia meminta kepada LKPP agar tetap menerapkan sistem pengadaan barang dan jasa yang merupakan kelanjutan dari APBN dengan baik.

“Pengadaan barang dan jasa penggerak penting yang memacu pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah. Apalagi daerah yang swastanya belum kuat,” ungkap dia.

Meskipun demikian, Jokowi tetap bersyukur. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5%.

“Lebih dari 5% sudah bagus, bandingkan dengan negara lain yang sudah minus. Ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang 1,5%-2%. Ada yang dulu 7% kemudian anjlok. Ini patut disyukuri. Kita harus bersyukur,” imbuh Jokowi.

Jokowi berharap, Indonesia juga harus bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Namun yang tetap perlu dilakukan adalah pembangunan infrastruktur karena kita ketinggalan jauh dari negara lain.

Perlambatan ekonomi Indonesia kian nampak sejak triwulan I-2019. Dan BPS baru saja melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh melambat pada triwulan III-2019.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% di triwulan III-2019 atau lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,05%.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *