Jubir Presiden Tegaskan Relaksasi Kredit Diutamakan Bagi Pasien Positif Covid-19

  • Whatsapp
Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman.

INDOPOLITIKA.COM – Relaksasi kredit yang diumumkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ternyata lebih diutamakan kepada masyarakat yang sudah dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19 atau virus corona.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman. Menurutnta, relaksasi kredit ini sudah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020.

Bacaan Lainnya

“Sasaran utama penerima POJK adalah individu yang telah positif Covid-19 baik yang telah isolasi di Rumah Sakit dan yang melakukan isolasi mandiri,” kata Fadjroel dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2020).

Fadjroel menambahkan, pemerintah mengapresiasi beberapa bank yang telah siap melaksanakan kebijakan tersebut.

“Meskipun POJK ditujukan bagi UMKM, yang saat ini tercatat ada lebih dari 59,2 juta pelaku, bukan berarti seluruh pelaku UMKM mendapatkan bantuan ini,” kata Fadjroel.

POJK ini itu merupakan bagian dari Stimulus Ekonomi II yang digulirkan untuk merelaksasi ketentuan kredit bank di tengah ancaman pandemi Covid-19 terhadap ekonomi nasional.

Berdasar POJK Stimulus Perekonomian Nasional, bank yang diwajibkan merelaksasi pinjaman debitur UMKM yang terkendala cicilan dan pelunasan adalah bank umum konvensional (BUK), bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) bank, bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

Ada tujuh industri utama yang diprioritaskan dalam bantuan stimulus restrukturisasi kredit dari bank, yaitu antara lain:

  1. Pariwisata.
  2. Transportasi.
  3. Perhotelan.
  4. Perdagangan.
  5. Pengolahan.
  6. Pertanian.
  7. Pertambangan.

Restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset, boleh dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  1. penurunan suku bunga
  2. perpanjangan jangka waktu
  3. pengurangan tunggakan pokok
  4. pengurangan tunggakan bunga
  5. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan
  6. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Debitur juga baru mendapatkan relaksasi setelah melalui tiga proses. Ketiganya adalah:

  1. Debitur wajib mengajukan restrukturisasi ke bank secara online.
  2. Bank akan melakukan penilaian (assessment) untuk menentukan debitur terdampak/tidak terdampak, baik langsung/tidak langsung, didasari historis pembiayaan dan kondisi terkini lainnya.
  3. Bank memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur dari hasil analisa.

“Realisasi berbagai skema relaksasi tersebut berada dalam prosedur dari bank, hasil identifikasi atas kinerja keuangan debitur atau pun penilaian atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak Covid-19. Masyarakat harus memiliki kesadaran dan kepekaan dan itikad baik dalam pelaksanaan kebijakan ini,” pungkasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *