Politik

Jumhur Hidayat: Jokowi Berideologi Kemandirian

Indopolitika.com – Indonesia harus berdaulat penuh dan harus menolak segala bentuk intervensi asing yang akan mengurangi kadar nasionalisme semua anak bangsa. Karena itu, beberapa pernyataan dari berbagai kalangan untuk menolak capres boneka asing adalah suatu yang menggembirakan.

“Dan sesungguhnya, untuk melihat apakah seorang capres itu boneka atau bukan boneka asing, mudah saja menentukannya. Kita bisa melihat dari rekam jejaknya selama ini,” kata Deklarator Aliansi Rakyat Merdeka, Moh. Jumhur Hidayat, (Selasa, 29/4).

Soal capres, lanjut Jumhur, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa saja yang bisa dan akan menjadi capres 2014. Capres yang sudah pasti baru Jokowi yang telah diusung oleh PDI Perjuangan dan Nasdem, yang jumlah suaranya melebihi 25 persen.

“Sedangkan yang lainnya belum tahu dan belum tentu bisa maju. Jadi bisa saja nanti akan ada capres boneka asing yang bisa menggadaikan Indonesia,” kata Jumhur mengingatkan.

Mengenai sosok Jokowi, Jumhur menilai berdasar rekam jejaknya, sangatlah jauh bila Jokowi disebut sebagai boneka asing. Sebagai contoh, saat Jokowi ditawari pinjaman Bank Dunia untuk pengerukan sungai dalam program Jakarta Emergency Dredging Inisiative, Jokowi langsung menolaknya karena dianggap bisa mengintervensi. Begitu juga ketika Jokowi berkoordinasi dengan berbagai provinsi seperti yang terakhir ini adalah NTT untuk mendatangkan ternak sapi dari NTT karena memang NTT bisa menjadi basis bagi industri peternakan, sehingga bisa mengurangi impor sapi.

Demikian juga, Jumhur melanjutkan, Jokowi gandrung untuk memastikan petani memiliki hasil panen yang baik sehingga bisa meningkatkan kuantitas hasil panen yang akhirnya tidak perlu melakukaan impor pangan. Dari cara hidupnya juga, jelas sekali Jokowi menunjukkan kesederhanaan yang jauh dari penikmat barang-barang impor. Bahkan, dari rekam jejaknya sebagai pengusaha mebel, ia gandrung ekspor dengan memberikan nilai tambah bagi kayu yang telah diolah, dan ini artinya ia menolak ekspor bahan mentah atau primer tanpa peningkatan nilai tambah.

“Dengan fakta-fakta ini, saya berkesimpulan bahwa Jokowi berideologi kemandirian dalam tindakan, bukan dalam wacana sehingga saya yakin kelak Indonesia akan semakin berdikari dalam ekonomi, dan bisa secara bertahap mengurangi ketergantungan khususnya pada produk-produk asing termasuk intervensi asing dalam pengelolaan sumberdaya alam indonesia,” demikian Jumhur. (rm/in/pol)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close