Internasional

Jurnalis Indonesia Tuntut Pembebasan 2 Wartawan Myanmar

Wartawan Indonesia tuntut dibebaskannya dua wartawan Myanmar. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Forum Jurnalis Freelance menggelar aksi diam di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Aksi ini menuntut pembebasan dua wartawan kantor berita Reuters Myanmar yang dipenjara.
 
Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dijatuhi hukuman masing-masing tujuh tahun penjara dengan dakwaan membocorkan rahasia negara.
 
Padahal, mereka yang ditangkap pada Desember 2017 ini sedang menulis laporan penyelidikan tentang pembantaian Rohingya di Rakhine State.
 
"Kami meminta Aung San Suu Kyi untuk membebaskan dua kawan kami dari Reuters Myanmar. Mereka tidak bersalah dan tidak melakukan tindakan kriminal," koordinator aksi, Fira Abdurachman ditemui di depan Kedubes Myanmar, Jakarta, Jumat 7 September 2018.
 
"Apa yang terjadi pada Wa Lone dan Kyaw Soe Oo bisa saja terjadi kepada kita. Ini merupakan pembungkaman kebebasan pers," lanjut dia.
 
Sekitar 50 jurnalis di Jakarta ikut bergabung dalam aksi ini. Mereka menuntut agar pihak Kedubes Myanmar mengeluarkan pernyataan terkait pemenjaraan dua wartawan ini.
 
Hukuman ini dijatuhkan di tengah kritik dunia internasional kepada Myanmar atas permasalahan Rohingya yang tak kunjung rampung serta dugaan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar di Rakhine.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menuduh militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, perkosaan dan pembakaran yang dinilai dapat dikategorikan sebagai "pembersihan etnis."
 
Myanmar menyangkal sebagian besar tuduhan. Tetapi mengakui telah terjadi pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Rohingya oleh militer dan sekelompok warga lokal di desa Inn Din.
 
Hingga saat ini, akses media independen masih sangat dibatasi di Rakhine, meskipun ada beberapa wartawan asing yang diperbolehkan masuk dengan pengawalan ketat dari pemerintah serta militer Myanmar.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close