Internasional

Jurnalis Myanmar Lakukan Protes Penahanan Rekan Seprofresi

Protes jurnalis Myanmar menuntut dibebaskannya dua wartawan kantor berita Reuters. (Foto: AFP).

Yangon: Puluhan mahasiswa, aktivis, dan wartawan turun ke jalan-jalan kota terbesar di Myanmar. Mereka memprotes hukuman penjara tujuh tahun terhadap dua wartawan kantor berita Reuters.
 
Protes pada Minggu 16 September ini jarang sekali terjadi di Myanmar. Mereka bergerak setelah Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap Desember lalu.
 
Seperti dilansir AFP, Senin 17 September 2018, keduanya dianggap telah mencuri dokumen rahasia negara, usai bertemu dua petugas polisi di satu restoran di Yangon. Padahal menurut keterangan keduanya, mereka justru diberi setumpuk dokumen oleh petugas polisi itu.
 
Pada akhirnya Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Negara, yang diberlakukan tahun 1923. Atas tuduhan tersebut, kedua wartawan membantah meminta dokumen-dokumen itu.
 
Dalam aksi protes sebagai bentuk solidaritas, pedemo melepas balon hitam berisi gambar kedua wartawan di Yangon. Mereka juga memajang poster dan meneriakkan slogan-slogan mengecam vonis bersalah terhadap kedua wartawan.
 
Sebelumnyam, jurnalis di dalam dan luar Myanmar mengutuk putusan pengadilan itu sebagai indikasi penurunan kebebasan pers di negara itu.
 
Laporan PBB yang dirilis pekan lalu menuduh Myanmar menggunakan sejumlah undang-undang untuk mencegah wartawan independen melakukan tugas, dan menilai penangkapan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo sebagai contoh pelecehan peradilan terhadap media di Myanmar.
 
Tetapi pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi membela putusan pengadilan negaranya. Bagi Suu Kyi, siapa pun yang mengkritik putusan itu,-termasuk Wakil Presiden Amerika Mike Pence,- agar memberikan bukti jika telah terjadi ketidakadilan.
 
Jurnalis Indonesia turut memprotes
 
Pada Jumat 7 September pekan lalu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Forum Jurnalis Freelance menggelar aksi diam di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Mereka menuntut pembebasan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.
 
Baca juga: Jurnalis Indonesia Tuntut Pembebasan 2 Wartawan Myanmar.
 
"Kami meminta Aung San Suu Kyi untuk membebaskan dua kawan kami dari Reuters Myanmar. Mereka tidak bersalah dan tidak melakukan tindakan kriminal," koordinator aksi, Fira Abdurachman ditemui di depan Kedubes Myanmar, Jakarta, Jumat 7 September 2018.
 
"Apa yang terjadi pada Wa Lone dan Kyaw Soe Oo bisa saja terjadi kepada kita. Ini merupakan pembungkaman kebebasan pers," lanjut dia.
 
Sekitar 50 jurnalis di Jakarta ikut bergabung dalam aksi ini. Mereka menuntut agar pihak Kedubes Myanmar mengeluarkan pernyataan terkait pemenjaraan dua wartawan ini.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close