Jusuf Kalla Hanya Ingin Golkar Solid

  • Whatsapp
Politisi Senior Partai Golkar Zainudin Amali (ist)

Wapres Jusuf Kalla (JK) menyinggung partai Golkar yang kerap membuat partai baru saat tidak puas dengan hasil Munas. Politikus Partai Golkar Zainudin Amali menyebut, maksud pernyataan JK untuk mengingatkan agar partai beringin tetap solid.

“Pak JK itu beliau bukan khawatir, beliau cuma mengingatkan kita jangan setiap habis Munas itu kemudian melahirkan partai baru dan sebagainya sebenarnya lebih pada ke situ,” kata Zainudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/7).

Bacaan Lainnya

Namun, dia yakin, persaingan ketat antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo tidak membuat perpecahan di partai Golkar. Menurutnya, tiap masa berbeda situasi. Dia memandang, penyebab perpecahan Golkar di 2004 dan 2014 karena ada beda pandangan tentang sikap politik Golkar, apakah bergabung di pemerintahan atau oposisi. Sedangkan, saat ini elit Golkar kompak mendukung pemerintah.

“Tetapi pada akhirnya karena memang naturalnya Golkar itu berada di pemerintahan begitu sudah dalam pemerintahan udah tenang lagi,” ucapnya.

Zainudin memandang, perselisihan di internal Golkar bukan lah ideologis. Sehingga cepat kembali pulih.

“Seperti saudara-saudara kita yang di partai lain karena ideologis kan. Nah kita ini tidak ideologi kita kan ideologi pembangunan, Pancasila-nya sama tidak akan terpecah apalagi sekarang. kan yang muncul sekarang ada Pak Airlangga dan Pak Bambang Soesatyo,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Partai Golkar seharusnya bisa meraup suara lebih dari 40 persen pada Pemilu. Dengan cara, para kader yang kecewa tidak membuat partai baru.

“Kita harus mengakhiri kebiasaan lama apabila tidak puas di Golkar maka bikin lagi partai yang lain, baru. Kalau semua partai itu digabung jadi satu saya kira Golkar akan mencapai 40 persen suara,” kata JK, Rabu (31/6).

Diketahui, hampir setiap pagelaran munas, Golkar selalu melahirkan partai baru. PKPI, NasDem, Gerindra, Hanura dan Berkarya misalnya.

Sehingga sebenarnya, kata JK, kekuatan dan kecintaan orang dengan suatu partai nasional yang mempunyai jalan tengah yang baik. Ataupun, kata dia, memiliki status politik yang baik jadi harapan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *