Kabinet Jokowi Ada Sekretaris TPA, Yuk Pahami Apa Saja Tugasnya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung memaparkan tugas-tugas dirinya dalam pemberian dukungan pengelolaan manajemen kabinet kepada Presiden dan wakil presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Salah satu yang dicontohkan Seskab adalah posisinya sebagai Sekretaris Tim Penilai Akhir (TPA) jabatan untuk seluruh eselon satu. Ketuanya adalah presiden, wakilnya adalah wakil presiden, anggotanya Menteri Sekretaris Negara, Menteri PANRB, Kepala BIN dan Kepala BKN.

Muat Lebih

“Sekretaris Kabinet juga menjadi sekretaris Tim Penilaian Akhir untuk penentuan jabatan pimpinan atau direktur atau direktur utama, komisaris di BUMN,” kata Pramono Anung, dalam keterangan pers, kamis, (14/11/2019).

Menurut dia, hampir dapat dipastikan selama periode lalu, semua keputusan tidak pernah bocor. Diakui juga, biasanya para politisi bertanya. Namun sebagai politisi ia pun menjawabnya secara normatif,  ‘sedang diputuskan’.

“Termasuk 34 sekretaris daerah, menurut Seskab, itu diputuskan melalui Tim Penilaian Akhir. Bahkan, kemarin kebetulan kita (TPA, red) juga baru saja memutuskan 24 jabatan, di antaranya ada 6 jabatan yang sangat strategis bagi DPR, misalnya Jampidum (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum), Jampidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus), Jamdatun (Jaksa Agung Muda Tata Usana Negara), dan jam jam yang lainnya.

Tidak Boleh Salah, Tidak Boleh Bocor

Sebagai Seskab, menurut Pramono Anung, tugas sehari-hari yang paling berat karena Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden ini adalah presiden yang sangat aktif. Hari Senin dan Selasa, satu hari bisa Ratas 3 kali. Artinya, dari pagi sampai sore.

“Kemarin ada TPA dan juga 3 Ratas. Artinya saya, Pak Pratik (Mensesneg), Pak Moeldoko (KSP) pasti tugas sehari-harinya sebenarnya sudah habis untuk kegiatan yang seperti itu,” ungkap Pramono.

Seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Sekretaris Negara, menurut Seskab, pekerjaannya tentunya harus akurasinya tinggi, enggak boleh salah, enggak boleh bocor. Maka, dibandingkan dulu jadi politisi tahu sedikit bisa ngomong banyak, sekarang, menurut Seskab, tahu semuanya malah enggak tahu.

“Itulah walaupun politisi dan karena, sebenarnya tahu, termasuk siapa yang menjadi dubes dan sebagainya, tapi kalau ditanya tidak tahu,” ucap Seskab seraya menambahkan, kenapa itu dilakukan, karena sekaligus ia ingin menjaga marwah dan juga kerahasiaan negara. “Karena apapun ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” sambungnya.

Seskab juga menyinggung mengenai kerjasamanya dengan Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menurutnya relatif sangat baik, semuanya terselesaikan secara baik.

Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI itu juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Selain itu juga hadir Wakil Seskab Ratih Nurdiati, Deputi Seskab bidang Administrasi Farid Utomo, Deputi Polhukam Fadlansyah Lubis, Deputi PMK Yuli Harsono, dan Deputi Seskab bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Thanon Aria Dewangga.{asa}

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *