Kader dan Pengurus Perindo Sumbar Mundur dari Keanggotaan Partai

  • Whatsapp
Sejumlah Kader Perindo Sumbar Mundur

Padang, Indopolitika РSejumlah kader dan pengurus Partai Perindo di Sumatera Barat (Sumbar) mengundurkan diri dari keanggotaan partai. Salah satunya adalah mantan Ketua DPW Provinsi Sumatera Barat, HM.Tauhid.

Tauhid mengaku kecewa dengan pola kepemimpinan Hary Tanoe. Pada Pemilu Presiden dan Pilpres lalu, ia dijanjikan akan dibantu dengan kebutuhan Alat Peraga Kampanye (APK) dan bantuan dana saksi. Namun hal itu tidak terealisasi.

Berita Lainnya

“Sebelum Pemilu 2019, saya diminta fokus sebagai caleg untuk mendapatkan kursi di DPR-RI. HT (Hary Tanoe) menjanjikan akan membantu alat peraga kampanye dan tim relawan, tapi sampai sekarang tidak terealisasi,” kata Tauhid di Padang, Kamis (04/7/2019).

Tauhid sendiri merupakan salah satu pendiri Partai Perindo di Sumatera Barat. Posisinya sebagai Ketua DPW Provinsi Sumbar diganti sebelum Pemilu berlangsung. Tauhid juga menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat.

Namun dalam surat pengunduran diri yang ditandatangani tertanggal 4 Juli 2019 tersebut, Tauhid yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura Propinsi Sumatera Barat itu hanya memaparkan masalah kesehatan dan bisnis sebagai alasannya mengundurkan diri.

“Berkenaan dengan kondisi kesehatan dan waktu yang cukup tersita dalam menjalani roda usaha yang saya jalani, maka agak kesulitan untuk membagi waktu untuk kegiatan lain,” tulisnya dalam surat.

“Sehubungan hal tersebut di atas saya menyatakan mengundurkan diri dari kader dan keanggotaan Partai Persatuan Indonesia (Perindo),” lanjut dia.

Surat pengunduran diri diserahkan kepada petugas Sekretariat DPW Perindo Sumatera Barat untuk diteruskan ke DPP di Jakarta.

Selain Tauhid, kader lain yang juga mengundurkan diri adalah Wakil Ketua DPW Sahnizar dan Ketua DPD Kabupaten Solok Husni Dt.Intan Sati. Namun alasan pengunduran diri keduanya tak sama dengan alasan Tauhid.Sahnizar mengaku akan ikut mengajukan diri sebagai Hakim Agung.

“(Saya) memang sudah mengundurkan diri. Tapi alasannya bukan karena kekecewaan dengan partai, melainkan karena akan mengajukan diri sebagai hakim agung,” kata Sahnizar.

“Jika tidak, akan menjadi masalah. Karena bisa terlacak di google kalau saya masih di partai,” katanya lagi.

Begitu juga halnya dengan Ketua DPD Solok Husni Dt.Intan Sati. Menurut Sahnizar, yang bersangkutan mengundurkan diri karena akan maju menjadi pimpinan organisasi Nahdatul Ulama (NU) setempat.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *