Kalah Sama Malaysia, Kadin Sarankan Pemerintah Tambah Dana Stimulus Jadi Rp1.600 Triliun

  • Whatsapp
Ketua Umum Kadin Indonesia Roesan Roeslani .

INDOPOLITIKA.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyarankan kepada pemerintah agar menambah dana stimulus melawan Covid-19 , dari total yang dianggarkan Presiden Jokowi Rp405 triliun ditambah menjadi Rp1.600 triliun untuk menangani dampak Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Roesan Roeslani kepada kantor berita Antara. Roesan menilai bahwa jumlah stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah masih kurang ideal. Apalagi, jika melihat masih ada 93 juta masyarakat miskin dan rentan miskin dan pengusaha lain seperti pedagang kecil dan pekerja sector informal yang belum terjangkau oleh bantuan pemerintah.

Berita Lainnya

“Kami melihat kebutuhannya mulai Rp1.500 triliun sampai 1.600 triliun. Untuk social safety net saja Rp600 triliun, karena pekerja kita lebih banyak di sektor informalnya. Termasuk masyarakat miskin dan rentan miskin sebanyak 93 juta orang,” papar Roesan.

Dana stimulus Rp1.600 triliun itu, kata Roesan dialokasikan untuk kebutuhan penanganan dampak Covid-19, yaitu dana jaring pengaman sosial Rp600 triliun, dana kesehatan Rp400 triliun, dan dana finansial perbankan Rp500 triliun hingga Rp600 triliun.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menganggarkan dana penanganan dampak Covid-19 sebesar Rp405 triliun pada APBN Perubahan 2020. Dengan alokasi anggaran untuk jaring pengaman sosial sebessar Rp110 triliun. Kemudian Rp75 tirliun untuk pemulihan kesehatan, selanjutnya Rp75 triliun untuk insentif perpajakan dan kredit usaha rakyat, dan Rp150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Roesan menambahkan, dari dana Rp1.600 triliun itu sebesar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun disiapkan untuk dana relaksasi perbankan sehingga bisa memberikan keringanan kepada pelaku usaha kecil dan menengah.

“Ini bisa memberi nafas bagi perusahaan dan mencegah PHK yang lebih besar. Walaupun ada perusahaan yang sudah dibantu namun karena berhenti total seperti perhotelan, tidak mengakibatkan mereka terkena kredit macet,” tandasnya.

Dikatakan Roesan, idealnya negara memberikan dana stimulus 10 persen dari total PDB ( Produk Domestik Bruto). Amerika Serikat misalnya, mengalokasikan 10,5 persen dari PDB, lalu Australia dan Singapura juga mengalokasikan dana 10,9 persen dari PDB. Bahkan, Malaysia mengeluarkan stimulus dananya sebesar Rp938 triliun meski PDB mereka tidak lebih banyak dari Indonesia. “Sedangkan kita bari 5 persen dari PDB,” pungkasnya. (rma)

 

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *