Kalau Almarhum Akbar Korban Penyiksaan Polisi Jangan Ditutup-tutupi Dong

  • Whatsapp
Direktur LBH Jakarta Arif Maulana .

INDOPOLITIKA.COM- Kematian Alamsyah Akbar menambah daftar panjang korban kekerasan aparat pada demonstran 24/9 lalu. Direktur LBH Jakarta Arif Maulana mengatakan, peristiwa tragis yang dialami Alamsyah Akbar terdapat banyak kejanggalan. Sebelum akhirnya dipindah ke RSPAD, Akbar sempat berpindah-pindah RS.

“Dalam catatan kami ada banyak kejanggalan. Terakhir pengakuan ibunya anaknya meninggal bukan karena jatuh (seperti pernyataan polisi),” kata Arif kepada Indopolitika.com Minggu (12/10/2019).

Muat Lebih

Kejanggalan itu tak bisa dibiarkan. Publik harus mendapatkan informasi yang benar ihwal kejadian itu. Sehingga tidak terus menimbulkan tanda tanya terhadap penanganan dan sikap aparat menghadapi massa pendemo. Apalagi demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

“Keluarga dan publik berhak mendapatkan informasi fakta yang benar, utuh, dan objektif mengenai kasus ini. Jangan ditutup-tutupi kalau memang Akbar ini korban penyiksaan aparat kepolisian,” ungkapnya.

Mirisnya, hingga ajal menjemput, Akbar justru masih menyandang status tersangka. Polisi menyematkan status itu tanpa diketahui publik proses penyidikan dan penyelidikannya. Dia mengatakan, saat LBH berusaha mendampingi, mereka justru dihalang-halangi.

“Kami minta kalau ada penyiksaan yang dilakukan aparat kepolisian, ada tindak pidananya harus dibuka,” ungkapnya.

Komnas HAM juga diminta bergerak lebih cepat. Kasus kematian demonstran harus jadi pintu masuk bagi Komnas HAM untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan polisi.

“Komnas HAM harus segera menyelidiki. Kalau ada tindak pidana oleh polisi, seret ke proses hukum,” katanya.

Untuk diketahui, korban jiwa akibat gelombang demonstrasi akhir September terus bertambah. Hingga kini, sudah ada lima orang yang meninggal dunia di seluruh Indonesia. Baik terkena peluru tajam maupun akibat penyiksaan oleh aparat. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *