Kangen Belaian Istri, Guru Ngaji Ayah Lima Anak Tega Cabuli 5 Anak Muridnya

  • Whatsapp
Heru Suciyatno (58) guru ngaji yang ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Utara usai mencabuli lima muridnya. Foto: TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino

INDOPOLITIKA.COM – Bejat! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Heru Suciyatno ini. Betapa tidak, sebagai seorang ayah yang sudah dikaruniai lima orang anak dan juga seorang guru ngaji, Heru malah dengan sadis mencabuli lima bocah perempuan yang diajarinya. Namun, sepandai-pandai tupai melompat, dia akan jatuh juga.

Ya, Heru kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Jakarta Utara usai kedoknya terbongkar. Heru mengaku perbuatannya tersebut didasari karena ia ditinggal sementara oleh istrinya ke Serang, Banten. Itu juga baru bulan Maret 2021 kemarin sang istri ke Serang. Butuh pelampiasan biologis, Heru menyasar bocah-bocah tak berdosa yang diajarinya.

Berita Lainnya

Guna melancarkan aksi bejatnya kepada para korban, heru mengimingi mereka baju baru hingga duit antara Rp 5-20 ribu. Sekali lagi, bau busuk tak akan tertutup lama. Berkat pengakuan salah seorang korban kepada ibunya, perbuatan Heru terbongkar. Ia lantas dilaporkan kepada polisi oleh salah satu orangtua korban.

Pria berusia 58 tahun itu awalnya mengungkap bahwa dirinya sudah berkeluarga. Dia sudah beristri dan dikaruniai lima orang buah hati. Karena nafsunya sudah diubun-ubun kendati sang istri sedang tak di rumah, Heru akhirnya melampiaskan kebejatannya kepada anak-anak muridnya. “Istri di kampungnya, di Serang,” ucap Heru saat dihadirkan dalam ekspos perkara di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021).

Heru mengaku, perbuatan tersebut dilakukan di yayasan tempat dia mengajar. Usia para korban antara 7-9 tahun. Dia mengakui ada lima anak yang menjadi korbannya. “Ada lima murid (yang jadi korban pencabulan). (Melakukannya) di yayasan tempat mengajar,” sambung dia.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, pelaku menyogok kepada setiap korban dengan uang tertentu agar mereka tidak melapor. “Untuk membujuk korban, pelaku ini memberikan uang dan juga berikan baju baru. Uang jumlahnya bervariasi antara, Rp 5.000-Rp 20.000. Semua perbuatan tersebut dilakukan usai para korban belajar ngaji di tempat pelaku,” kata Guruh.

Guruh menuturkan, kasus ini terungkap setelah beberapa orang tua korban melapor. Setelah kasus mencuat dan laporan diterima polisi, guru ngaji bejat tersebut sempat melarikan diri. “Pelaku melarikan diri dan akhirnya ditangkap tim Satreskrim di daerah Cengkareng pada Senin (7/6/2021) kemarin,” ucap Guruh.

Atas perbuatannya, Heru dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *