Internasional

'Kapal Hantu' Indonesia Sudah Dijual ke Perusahaan Asing

Bagian geladak kapal Sam Ratulangi PB 1600. (Foto: YANGON POLICE/FACEBOOK)

Jakarta: Sebuah kapal yang diduga berasal dari Indonesia, terombang-ambing dan terdampar di Myanmar. Warga lokal pun menyebutnya sebagai 'kapal hantu.'

Kapal besar, kosong dan berkarat itu diketahui bernama Sam Ratulangi PB 1600 asal Indonesia. Kapal itu ditemukan oleh nelayan di lepas pantai Yangon.

Baca: 'Kapal Hantu' Indonesia Terdampar di Myanmar

Terkait hal ini, KBRI Yangoon menyatakan bahwa kapal tersebut sudah dijual ke perusahaan asing. Namun, KBRI tetap memantau perkembangan terkait kapal itu.

"Kapal itu sudah dijual ke perusahaan asing. Tapi kami berkoordinasi dengan otoritas Myanmar untuk memantau perkembangannya," kata Sekretaris II Pensosbud KBRI Yangon Yasfitha Murthias ketika dihubungi Medcom.id, Minggu 2 September 2018.

Hal senada juga dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir yang menyatakan bahwa kapal tersebut sudah dijual ke pihak asing.

"Betul. Kapal itu sudah dijual ke perusahaan asing," ujar Arrmanatha.


Sam Ratulangi PB 1600. (Foto: YANGON POLICE/FACEBOOK)

Angkatan Laut Myanmar menduga kapal ini telah ditarik dengan tugboat setelah melihat ada dua kabel di bagian depannya.

Para personel AL Myanmar kemudian menemukan sebuah tugboat bernama Independence, sekitar 80 kilometer dari lepas pantai Myanmar.

Setelah meminta keterangan dari 13 kru asal Indonesia di atas kapal tersebut, Myanmar mengetahui bahwa Sam Ratulangi PB 1600 sudah ditarik sejak 13 Agustus dan hendak dibawa ke sebuah pabrik di Bangladesh untuk dibongkar.

Namun karena kabel penarik rusak di tengah cuaca buruk, para kru memutuskan menelantarkan Sam Ratulangi PB 1600.

Menurut situs Marine Traffic, Sam Ratulangi PB 1600 dibangun pada 2001 dan memiliki panjang 177 meter. Kantor berita AFP melaporkan bahwa lokasi terakhir kapal itu tercatat di lepas pantai Taiwan pada 2009.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close