Internasional

Kapal Imigran Ditembak, Seorang Penumpang Tewas

Ilustrasi oleh Medcom

Rabat: Seorang perempuan Maroko tewas dan tiga orang cedera ketika Angkatan Laut Maroko menembaki kapal imigran di lepas pantai negara tersebut.
 
Pejabat Kementerian Dalam Negeri Maroko berkata nakhoda kapal cepat,-seorang warga negara Spanyol-, menolak mematuhi perintah untuk berhenti di perairan M'diq Fnideq. Hal ini memaksa petugas Angkatan Laut melepaskan tembakan.
 
Kapal yang diisi 25 penumpang ini diyakini berupaya menyeberang secara ilegal ke Spanyol pada Selasa 25 September. Sementara perempuan yang tewas diidentifikasi sebagai mahasiswa hukum berusia 22 tahun. Dia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Seorang lainnya yang terluka dibiarkan dalam kondisi kritis dan harus diamputasi lengannya.
 
"Kapten asal Spanyol itu ditangkap tanpa cedera," seorang pejabat lokal menambahkan, seperti dikutip dari Independent, Kamis 27 September 2018.
 
Maroko telah menjadi jalur utama bagi para imigran yang ingin menyeberangi Laut Tengah ke Eropa. Sejak Italia mulai mengusir para migran tahun ini — sesudah diduga mereka membayar para penyelundup di Libya — guna menghentikan perdagangan orang. Perjalanan ke Spanyol secara signifikan lebih pendek dan lebih aman daripada rute Mediterania tengah.
 
Maroko mengaku menggagalkan lebih dari 54.000 upaya penyeberangan ke Spanyol dalam enam bulan terakhir.
 
Meskipun upaya keras memberantas perdagangan ilegal, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan tahun ini setidaknya 38.000 orang berhasil tiba di Spanyol melalui laut dan darat, tiga kali jumlah yang melakukan penyeberangan pada periode yang sama tahun lalu. Menurut angka dari pemerintah, itu termasuk 7.100 orang Maroko.
 
Postingan di Facebook sekarang mengiklankan penyeberangan ke Eropa sebesar 7.000 dirham (setara Rp11 juta). Beberapa video beredar di media sosial yang menunjukkan pemuda Maroko menaiki perahu karet kecil. Maroko menderita lonjakan tingkat pengangguran pemuda yang meningkat hampir 30 persen dalam beberapa bulan terakhir.
 
Maroko sedang mencoba menindak penyelundupan manusia, setelah hampir 400 orang tewas tahun ini ketika mencoba untuk tiba ke Spanyol. Selasa malam, pemerintah Maroko mengumumkan telah menangkap seorang warga negara Spanyol dan kaki tangannya yang dituduh melakukan penyelundupan migran ke Eropa dengan kapal.
 
Sebut Direktorat Jenderal Keamanan Nasional Marok, para tersangka diduga 'memeras' orang yang ingin meninggalkan negara Afrika Utara itu sebelum "secara ilegal" mengirim mereka menyeberangi Laut Tengah dengan kapal-kapal karet.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close