Internasional

Kapal Perang Inggris Berhadapan Militer Tiongkok di Laut China Selatan

Kapal perang Inggris HMS Albion. (Foto: PA).

Beijing: Sebuah kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris berlayar dekat dengan pulau-pulau karang yang diklaim oleh Beijing di Laut China Selatan. Langkah itu dikecam Tiongkok sebagai provokasi.
 
Inggris semakin meluweskan kekuatan militernya di kawasan itu, kapal HMS Albion pekan lalu melintasi Kepulauan Paracel, di mana dilaporkan berhadapan dengan militer Tiongkok.
 
Albion, kapal amfibi berkapasitas 22.000 ton yang membawa kontingen Marinir Kerajaan, sedang dalam perjalanan ke Ho Chi Minh City. Di sana kapal itu berlabuh pada Senin setelah penempatan di dan sekitar Jepang.
 
Beijing mengirim satu kapal jenis frigat dan dua helikopter untuk menantang kapal Inggris, tetapi kedua pihak tetap tenang selama berhadapan, kata sebuah sumber.
 
Tiongkok menyebut, Inggris terlibat dalam 'provokasi' dan sudah mengajukan pengaduan. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan kapal itu telah memasuki perairan teritorial Tiongkok di sekitar Kepulauan Paracel pada 31 Agustus tanpa izin, dan angkatan laut Tiongkok sudah memperingatkan mereka untuk pergi.
 
Sebuah sumber berkata bahwa Albion tidak memasuki laut teritorial di sekitar setiap fitur pada wilayah yang disengketakan. Namun, menunjukkan bahwa Inggris tidak mengakui klaim maritim yang berlebihan di sekitar Kepulauan Paracel.
 
Kepulauan Paracels diduduki seluruhnya oleh Tiongkok, tetapi juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.
 
Seorang juru bicara untuk Angkatan Laut Kerajaan berkata: "HMS Albion melaksanakan haknya untuk kebebasan navigasi sepenuhnya sesuai dengan hukum dan norma internasional."
 
Dr Euan Graham, Anggota Senior di Lowy Institute di Australia, mengatakan langkah itu mengikuti jalur sebelumnya oleh kapal Angkatan Laut Kerajaan melalui Kepulauan Spratly.
 
Dia katakan itu adalah indikasi yang jelas dari dukungan Inggris bagi Amerika Serikat, yang mengatakan ingin melihat lebih banyak partisipasi internasional dalam tindakan tersebut.
 
"Juga, fakta bahwa Albion berasal dari Jepang dan dalam perjalanannya ke Vietnam memberikan sinyal yang lebih tajam ke Tiongkok," kata Graham, seperti dilansir dari Telegraph, Kamis 6 September 2018.
 
HMS Albion menjadi salah satu dari tiga kapal Angkatan Laut Kerajaan yang dikerahkan ke Asia tahun ini, bersama dengan HMS Argyll dan HMS Sutherland.
 
Gavin Williamson, Menteri Pertahanan Inggris, mengaku pada Juni bahwa penempatan tiga kapal itu dimaksudkan untuk mengirim "sinyal terkuat" tentang pentingnya kebebasan navigasi.
 
"Angkatan Laut Kerajaan membuat sejumlah suara menggembirakan tentang mengirim aset untuk berpartisipasi dalam Pengaturan Pertahanan Lima Kekuatan (FPDA) serta maju ke depan di masa mendatang," kata Dr Graham.
 
FPDA adalah lembaga keamanan regional antara Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris.
 
Klaim Tiongkok di Laut China Selatan, di mana berkisar USD3 triliun dari perdagangan lewat kapal melintas setiap tahun, ditentang oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.
 
Angkatan Laut Inggris sebelumnya berlayar dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan, lebih jauh ke selatan di Laut China Selatan, beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir tetapi tidak dalam batas 12 mil laut, kata sumber diplomatik regional.
 
Pesawat dan kapal asing di wilayah itu secara rutin ditantang oleh kapal angkatan laut Tiongkok dan stasiun pemantauan di pulau-pulau berbenteng, sebuah sumber mengatakan sebelumnya.
 
Pada April, kapal perang Australia — yang seperti Inggris adalah sekutu dekat AS — digambarkan Canberra sebagai "berpapasan" dekat dengan kapal angkatan laut Tiongkok di laut yang diperebutkan ini.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close