Aksi Mujahid 212 Latah, Tidak Jelas dan Salah Kaprah    

  • Whatsapp
Aksi Mujahid 212

INDOPOLITIKA.COM- Aksi Mujahid 212 menuai kritikan tajam dari berbagai pihak. Selain dianggap hanya menunggangi momentum unjuk rasa mahasiswa, orasi serta spanduk yang ditampilkan para pendemo tidak jelas dan cenderung salah kaprah.

Salah satu yang disorot Kapitra Ampera orator Aksi Mujahid 212, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, yang berbicara tentang pelengseran Presiden Joko Widodo.

Berita Lainnya

“Saya lihat memang sudah nggak jelas nih. 212 Kok jadi latah. Tidak substantif. Kesannya kok ada dendam lama. Harusnya kan yang disuarakan itu RUU yang masih berkorelasi dengan tuntutan mahasiswa,” ujar Kapitra Ampera kepada wartawan, Sabtu (28/9).

“Lagi pula kan nggak bisa diminta pertanggungjawaban sama Jokowi semua. Masa hutan kebakaran Jokowi juga yang tanggung jawab. Apa kerja yang lain dong. Kalau dijadikan dasar untuk menggulingkan Jokowi nggak relevan lah,” sambung dia.

Mantan tokoh alumni 212 itu pun menyinggung soal spanduk yang dibentangkan dalam aksi bertuliskan ‘TAP MPR RI No 6/Tahun 2000’. Kapitra mengatakan para pendemo salah kaprah.

“Demonstrasi tidak ada substansinya dengan tuntutan mahasiswa. Ditambah lagi dengan spanduk itu. Saya ini mujahid asli 212, jadi malu, tertampar saya. Nggak jelas agendanya apa tapi ada hidden agenda ada, agenda terselubung,” ujarnya.

“Saya pikir ini hanya cara perhatian saja, dan saya yakin itu bukan mujahid 212 yang sesungguhnya,” tutupnya.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *