Kapolri Minta Timsus Segera Bongkar Motif 31 Polisi Hilangkan Bukti Penembakan Brigadir J

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konfrensi pers penetapan tersangka pembunuhan Brigadir J/net

INDOPOLITIKA.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan segera membongkar tuntas motif pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo dan tiga tersangka lainnya.

Tidak hanya itu, Jenderal Sigit juga memerintahkan kepada tim khusus (timsus) untuk benar-benar mendalami motif 31 anggota Polri yang melanggar kode etik karena diduga menghilangkan barang bukti terkait penembakan Brigadir J tersebut.

Terutama, kata dia, sejauh mana kesadaran dalam melakukan perbuatan tersebut.

“Tim Propam, Tim Inspektorat Khusus (Irsus) yang di Propam saat ini sedang mendalami apakah mereka sadar atau atas perintah,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Rabu, (10/8/2022).

Ke-31 anggota itu masih dilakukan pemeriksaan intensif. Polri juga akan mendalami perbuatannya apakah hanya melanggar etik atau masuk ranah pidana.

“Sehingga ini yang kemudian kita putuskan, apakah dia masuk pidana atau etik. Jadi ini akan kita sampaikan di berikutnya,” ungkap mantan Kapolda Banten itu.

Diketahui, 31 anggota yang saat ini ditahan itu ialah dua orang dari satuan Bareskrim Polri, satu pangkat perwira menengah (pamen) dan satu perwira pertama (pama). Kemudian, 21 personel Divisi Propam Polri.

Terdiri dari tiga perwira tinggi (pati), delapan pamen, empat pama, empat bintara, dan dua tamtama.

Kemudian, tujuh personel Polda Metro Jaya. Pamen empat personel dan pama tiga personel. Sebanyak 11 anggota dari 31 itu telah ditahan atau ditempatkan khusus. Tiga di antaranya yang merupakan pati ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE), Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.