Partai Persatuan Pembangunan

Karakteristik Menteri Usia Muda Sulit Dipenuhi Partai Persatuan Pembangunan

Kelakar Presiden terpilih Joko Widodo untuk memberikan kesempatan kepada kalangan muda mengisi pos menteri, ditanggapi pesimis oleh PPP

Berdasarkan wawancara dengan medcom.id  Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertekad membentuk kabinet yang efektif serta responsif terhadap tantangan perubahan global yang sangat cepat. Salah satu bentuknya, kabinet akan lebih banyak mengakomodasi kaum muda ketimbang Kabinet Kerja jilid I saat ini.

“Kenapa kita penting mengakomodasi orang muda, usia 30-an, bahkan mungkin 25 tahunan, karena kaum muda umumnya lincah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat,” jelas Jokowi di Istana Bogor, Senin, (1/6/2019).

Mengangapi hal tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan bagian dari koalisi pengusung Jokowi-Mar’uf Amin yang sudah di tetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) minggu lalu merasa pesimis dengan karakteristik usia muda yang diinginkan Presiden Jokowi.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kesulitan memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo soal menteri dari kalangan usia muda. Pasalnya, PPP minim kader muda. Sekjen PPP, Arsul Sani mengatakan PPP adalah partai lama. Mayoritas kader yang dianggap pas menjadi menteri sudah tak berusia muda. Menurut dia, situasi serupa juga dirasakan partai kawakan lainnya, seperti Golkar dan PDI Perjuangan.

Arsul mengatakan PPP tak masalah dengan wacana pos menteri dari kalangan muda. Terpenting, kata dia, kapasitasnya mumpuni memimpin lembaga tinggi seperti kementerian.

Why not? anggota dewan kan ada juga. Persoalannya lebih tepat apakah ada orang-orang muda yang memang punya kemampuan mumpuni, punya leadership yang kelihatan,” kata dia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close
Close