Karantina ODP Corona, Pemkot Tangsel Amanatkan TNI dan Polisi Kelola Area Tandon Ciater Usai Didemo Warga 

  • Whatsapp
Pemkot Tangsel dibantu aparat memberikan penjelasan kepada warga Ciater, yang demo menolak Tandon dijadikan lokadi karantina ODP Corona

INDOPOLITIKA.COM – Sempat diwarnai aksi demo penolakan dari sejumlah warga Ciater, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tak bergeming dan memastikan akan menjadikan kawasan pertanian terpadu (KPT) Tandon Ciater, Serpong sebagai lokasi menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona.

Untuk mengamankan lokasi itu, Pemkot Tangsel pun menyerahkannya ke pihak TNI dan Polisi sebagai pihak yang diberikan tanggungjawab. Demo warga tersebut berlangsung Sabtu, (4/3/2020) di depan lokasi Tandon Ciater.

Bacaan Lainnya

Warga juga membentangkan spanduk penolakan bertuliskan “Kami seluruh warga Ciater menolak keras, wilayah kami menjadi tempat karantina pasien yang terjangkit virus Corona/Covid-19 dengan alasan apapun”. Namun, setelah beberapa lama berlangsung, warga dapat ditenangka pihak Pemkot Tangsel yang diwakili Ketua PMI dr Suhara Manulang serta Asda I Tangsel, Rahmat Salam.

Dalam kesempatan itu, dr Suhara menerangkan kepada warga, jika ODP Covid-19 adalah warga Kota Tangsel juga. Mereka belum tentu juga positif Corona. Jadi, kata dr Suhara, warga harus bisa menerima, jangan ada perasaan phobia demi rasa kemanusiaan.

“Jadi ODP yang akan ditempatkan di lokasi ini sifatnya hanya sementara, 14 hari sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit atau pulang ke rumah masing-masing. Kita juga ada protapnya bagaimana tempat ini tidak menularkan penyakit,” jelas Suhara.

Setelah dr Suhara menyampaikan penjelasan, Asda I Kota Tangsel Rahmat Salam langsung memberikan penjelasan lanjutan kepada seluruh warga yang biasa berjualan di lokasi itu sementara tidak minta disetop dulu. “Baik para ibu-ibu. Setelah mendengarka penjeladan dr Suhara, maka setelah ini, tempat ini, sementara jadi milik TNI dan kepolisian. Jelas ya. Sekali lagi, tempat ini, lokasi ini diserahkan ke TNI dan kepolisian untuk mengatur ini semua,” kata Rahmat Salam disambut riuh ocehan warga.

“Yang dagang, setop dulu dagang di sini. Kalaupun ibu dagang di sini, pembelinya ga ada. TNI akan setop ibu. Setop dulu. Nanti akan diatur oleh pemerintah,” tambah Rahmat Salam kembali disambut riuh teriakan ibu-ibu.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *