INDOPOLITIKA – Nama Michael Wishnu Wardana tengah menjadi sorotan publik setelah tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone Indonesia menewaskan puluhan orang.

CEO sekaligus Managing Director Terra Drone Indonesia itu sebelumnya dikenal sebagai sosok teknokrat dengan rekam jejak panjang di industri teknologi drone, namun kini harus menghadapi tekanan besar terkait dugaan kelalaian yang berujung pada insiden maut.

Michael telah memimpin Terra Drone Indonesia selama bertahun-tahun. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Terra Drone Corporation yang berbasis di Jepang dan telah beroperasi di lebih dari 25 negara.

Di bawah kepemimpinannya, Terra Drone Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam pemanfaatan drone untuk berbagai sektor strategis, termasuk konstruksi, pertambangan, pemetaan, hingga smart city.

Keahliannya di bidang teknologi membuat Michael sering dipercaya menjadi narasumber dan pembicara dalam forum nasional maupun internasional.

Ia hadir dalam sejumlah agenda bergengsi seperti CSR Award 2019, Malaysia Drone Tech Festival 2020, dan Aeroscape Innovation Summit 2023.

Selain itu, namanya tercatat di situs DJKI sebagai salah satu perancang Micro Drone Beroda “Zeke01”, sebuah inovasi untuk akses wilayah terbatas.

Meski memiliki karier yang solid dan dikenal luas di industri teknologi, kehidupan pribadi Michael cenderung jauh dari publikasi. Ia lebih sering tampil sebagai representasi perusahaan dan inovator teknologi ketimbang figur publik yang dekat dengan sorotan media.

Namun situasi berubah drastis setelah kebakaran di gedung perusahaan menewaskan 22 orang.

Dugaan kelalaian prosedur keselamatan membuat posisinya kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Reputasi yang ia bangun selama bertahun-tahun kini berada dalam tekanan berat.

Kasus kebakaran ini membuka diskusi luas mengenai pentingnya prosedur keselamatan di perusahaan teknologi, terlebih yang menangani material berisiko tinggi seperti baterai drone.

Keluarga para korban terus mendesak adanya pertanggungjawaban dan proses hukum yang transparan.

Penyidik saat ini masih mendalami kronologi insiden serta unsur pidana yang berpotensi menjerat pimpinan perusahaan.

Kasus ini diprediksi menjadi salah satu perkara dengan perhatian publik tertinggi menjelang akhir 2025, sekaligus menjadi pengingat keras tentang pentingnya pengawasan dan keselamatan kerja di industri yang bergerak cepat seperti teknologi drone.

Jadi Tersangka

CEO sekaligus Managing Director Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana sudah ditetapkan  sebagai tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, membenarkan bahwa Michael ditangkap pada Kamis (11/12/2025), satu hari setelah penyidik menetapkan status tersangka.

“Benar, sudah ditangkap. Penetapan tersangka dilakukan kemarin,” ujar Roby.

Hingga kini, kepolisian belum merinci peran serta bentuk kelalaian yang diduga dilakukan Michael. Namun, langkah hukum tersebut diambil setelah penyidik memeriksa enam saksi, terdiri dari empat karyawan dan dua staf HRD.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan untuk memperkuat unsur kelalaian dan potensi pelanggaran prosedur keselamatan kerja. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com