INDOPOLITIKA – Wali Kota Madiun, Maidi dan sejumlah orang lainnya saat tengah dibawa ke ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/1/2026).
Dari 15 orang yang diamankan, KPK hanya membawa setidaknya Sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
OTT terhadap Wali Kota Madiun, Maidi diduga terkait penerimaan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun.
Namun, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam giat penindakan tersebut.
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” imbuhnya.
Profil Maidi
Maidi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 12 Mei 1961. Maidi merupakan Wali Kota Madiun periode 2024-2029.
Sebagai pejabat yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, sosok Maidi dikenal luas oleh masyarakat Madiun sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah hingga akhirnya terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Pendekar.
Ia terpilih dalam Pilkada 2024 bersama wakilnya, Bagus Panuntun, dengan dukungan 11 partai politik, yakni Golkar, Demokrat, PSI, PKB, Gerindra, NasDem, PAN, PPP, PBB, Hanura, dan Gelora.
Pada Pilkada 2024, Maidi yang merupakan petahana unggul dengan perolehan suara 56,04 persen. Ia mengalahkan dua pasangan calon lainnya, yakni Bonnie Laksamana-Bagus Rizki Dinarwan dan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto.
Maidi menapaki karier panjang dari dunia pendidikan hingga pemerintahan. Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia tercatat menjadi CPNS guru di SMP Negeri 2 Pilangkenceng pada 1988-1989, kemudian mengajar di SMUN 1 Madiun sejak 1989 hingga 2002. Ia sempat menjabat sebagai Kepala SMUN 2 Madiun pada 2002.
Berkarir di Birokrasi
Setelah itu, Maidi berkarier di birokrasi pemerintahan. Ia pernah menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2002-2003) serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun (2006-2009).
Jabatan terakhirnya sebelum terpilih menjadi Wali Kota Madiun adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, yang diembannya selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. (Red)












Tinggalkan Balasan