Kartel Kolombia Tawarkan Rp100 Juta untuk Bunuh Anjing Polisi

  • Whatsapp
Sombra sedang bekerja di Bandara Internasional El Dorado di Bogota, Kolombia. (Foto: AFP)

Bogota: Otoritas berwenang Kolombia terpaksa merelokasi seekor anjing polisi yang berhasil mengendus keberadaan lebih dari 2.000 kilogram kokain. Relokasi dilakukan karena sebuah kartel narkotika memasang uang hadiah USD7.000 atau setara Rp100 juta untuk memburu hewan itu.

Kartel bernama Gulf Clan — juga dikenal sebagai Usugas — diketahui menawarkan hadiah uang atas kematian atau penangkapan terhadap Sombra, anjing pelacak jenis German Shepherd yang berusia enam tahun.

Baca Juga:

Ancaman dari uang hadiah mendorong otoritas Kolombia untuk merelokasi Sombra — kata dalam bahasa Spanyol untuk Bayangan — dari pelabuhan Turbo di pantai Karibia ke ibu kota. Di sana, Sombra menggunakan bakat istimewanya untuk melacak keberadaan narkotika di bandara internasional El Dorado.

"Indera penciumannya jauh melebihi anjing lain," kata petugas Jose Rojas, pawang Sombra.

Sombra diangkut ke bandara dalam sebuah mobil van dengan jendela gelap. Biasanya Sombra dikawal dua penjaga bersenjata saat bertugas.

"Kami bertanggung jawab atas keselamatannya," kata Rojas, seperti disitir dari Guardian, Minggu 29 Juli 2018.

Sementara itu, Presiden terpilih Ivan Duque menjanjikan pendekatan yang lebih keras untuk membasmi peredaran narkoba di Kolombia.

Para ahli menilai prosedur konvensional seperti yang dilakukan Sombra penting dalam memberantas kejahatan narkoba,

Kepolisian Kolombia memperkirakan mereka kehilangan setidaknya 1.800 petugas dan sejumlah anjing pelacak dalam perang melawan narkoba sejak dua dekade terakhir.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *