Kasus Aktif Covid-19 Menurun, PPKM Mikro Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 Maret

  • Whatsapp
Pemerintah Segera Rampungkan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Jawa dan Bali selama dua pekan kedepan hingga tanggal 8 Maret 2021.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Sabtu (20/2/2021).

Berita Lainnya

“Dalam tanggal 5 sampai 17 Februari ini, kasus aktif nasional turun minus 2,53 persen, dari 15,57 persen ke 13,04 persen,” kata Airlangga dalam koferensi pers virtual, Sabtu, (20/2/2021).

Ketika kasus aktif menurun, angka kesembuhan COVID-19 meningkat. Airlangga menjelaskan, angka kesembuhan selama sepekan naik 2,56 persen menjadi 84,24 persen. Lalu, angka kenaikan mengalami penurunan 0,03 persen menjadi 2,72 persen.

Selain itu, Airlangga juga mengklaim tren keterpakaian tempat tidur juga berhasil menurun menjadi di bawah 70 persen di lima provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Oleh sebab itu, Airlangga mengumumkan, PPKM berskala mikro diperpanjang selama dua pekan mulai 22 Februari hingga 8 Maret 2021. Sejumlah persiapan dilakukan.

Kata Airlangga, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan 653.375 kit tres antigen dan akan ditambahkan 1 juta kit saat dimulainya PPKM mikro per tanggal 23 Januari.

Lalu, Satgas Penanganan COVID-19 menyiapkan pelacak kasus (tracer) 4.188 orang, Babinsa 29.491 orang, Babinkamtibmas 17.523 orang. Sistem antigen ini terintegrasi dengan sistem yang ada di Kementerian Kesehatan.

Adapun bantuan kepada pelibatan posko di tingkat mikro ini menggunakan berbagai sumber pembiayaan, baik itu APBDes, APBD kabupaten/kota, anggaran TNI Polri, anggaran Kemenkes, BNPB, APBD provinsi, Kemensos, Kemenperin, dan sebagainya.

“Penugasannya berada di posko itu. Pencegahan, pembinaan, dan dukungan baik itu logistik, administrasi, testing dengan swab antigen gratis, tracer menggunakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” jelas Airlangga. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *