Kasus Campak di Eropa Melonjak Tajam, Tewaskan 37 Orang

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksin. (Foto: AFP)

Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus campak di Eropa melonjak tajam dalam enam bulan pertama di tahun 2018, dengan 37 kematian yang tercatat sejauh ini.

Dalam pernyataan resmi pada Senin 20 Agustus 2018, WHO cabang Eropa menyebut lebih dari 41 ribu kasus campak dilaporkan muncul di Benua Biru dalam paruh pertama tahun ini.

Muat Lebih

Angka total tertinggi tahun lalu adalah 23.927 kasus. Satu tahun sebelumnya, hanya ada 5.273 kasus.

"Kami melihat ada kenaikan signifikan dalam hal infeksi dan meluasnya wabah," ucap Dr. Zsuzsanna Jakab, Kepala Regional WHO untuk Eropa, seperti dilansir dari CBS News.

"Semua negara diminta segera mengimplementasikan langkah-langkah tepat untuk mencegah menyebarnya penyakit ini. Kesehatan bagi semua dimulai dari imunisasi," lanjut dia.

Sementara itu, campak secara kasat mata telah dieliminasi di Amerika Serikat setelah vaksin tersedia luas bagi masyarakat di era 1960-an. Namun wabah kembali muncul dalam beberapa tahun terakhir — biasanya diakibatkan orang yang terjangkit campak di luar AS.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar di antara orang yang tidak mendapat vaksin MMR.

Gejala campak meliputi ruam, demam tinggi, batuk, pilek dan mata merah. Dalam beberapa kasus tertentu, komplikasi dari campak dapat menyebabkan kematian.

Sejauh ini, separuh dari total jumlah kasus campak di Eropa — sekitar 23.000 — terjadi di Ukraina, Prancis, Georgia, Yunani, Italia, Rusia dan Serbia.

WHO menyerukan adanya pengawasan yang lebih baik serta peningkatan imunisasi untuk mencegah penyakit ini menjadi endemis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *