Kasus Cuit Nyinyiran Istri TNI, Menhan Ryamizard Minta Prajurit TNI Didik Istrinya Agar Hormati Pemimpin

  • Whatsapp
Kolonel Hendi Suhendi dan istrinya, Irma Purnama Dewi Nasution.

INDOPOLITIKA.COM- Ramainya pemberitaan terkait dengan Pencopotan Kolonel Hendi Suhendi dari jabatannya sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1417 Kendari, membuat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu angkat suara. Kata dia, pencopotan itu adalah resiko dari perbuatan istrinya yang tidak menjaga nama baik kesatuannya dalam hal ini keluarga besar TNI.

Postingan dengan nada nyinyiran terkait penyerangan Menkopolhukam menurutnya adalah sudah menjatuhkan nama baik intitusi TNI. Walau bagaimanapun Menkopolhukam Wiranto adalah seorang pemimpin yang patut untuk dihormati. Apalagi Wiranto pernah menjadi orang nomor satu di TNI, menjadi Panglima tertinggi ABRI.

Baca Juga:

“Iya, dicopot dari jabatannya. Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam. Kalau sampai begitu kan,” Kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan,  Jakarta, Senin (14/10).

Ryamizard menambahkan sebagai istri prajurit tentunya harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh TNI. Ia pun berpesan agar tidak ada lagi kasus pencopotan jabatan seperti mantan Dandim 1417 Kendari, Serda Z dan Pletu YNS akibat  ulah istrinya. Maka para prajurit TNI harus bisa menjaga dan mendidik istrinya.

Ryamizard mengapresiasi sikap tegas yang dilakukan oleh KSAD Andika Perkasa. Kata dia, langkah yang diambil sudah tepat dan sesuai aturan. Aturan tersebut sudah tertera dalam undang- undang yang mengatur kedisiplinan TNI.

“Ada aturan disiplin tentara, kemudian di situ ada kode etik. Ada semuanya, bukan enggak ada. Semua ada aturan,” jelasnya.(pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *