Kasus Karhutla Riau, Direksi dan Karyawan PT Sumber Sawit Sejahtera Diperiksa Polisi

  • Whatsapp
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo (ist)

Jakarta, Indopolitika – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan keterlibatan tersangka PT Sumber Sawit Sejahtera soal kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau baru terbukti melakukan kelalaian.

“PT Sumber Sawit Sejahtera ini bukan terbukti unsur kesengajaan melakukan pembakaran. Tapi dari proses penyidikan ini, sementara karena kelalaiannya,” ujarnya, Senin (12/08/2019)

Baca Juga:

Pihak kepolisian, sambung Dedi, telah melakukan penyelidikan terhadap 15 orang dari tingkat direksi hingga karyawan untuk kemudian di proses dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Dari penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang dari tingkat direksi sampai karyawan. Nanti akan dicek, sampai sejauh mana korporasi tersebut mengontrol luas areal yang menjadi tanggung jawabnya dia. Nanti kalau sampai proses pemeriksaan selesai dan dilimpahkan ke JPU dan dalam proses persidangan nanti terbukti yang bersangkutan atau korporasi ini bersalah,” paparnya.

Sementara itu, dari banyaknya kasus Karhutla yang ada di sejumlah wilayah Indonesia, Dedi mengatakan tersangka sebanyak 60 orang dari 68 kasus yang berbeda. Beberapa diantaranya sudah memasuki proses tahap kedua yaitu pelimpahan perkara ke JPU.

“Semuanya 60, dari 68 kasus. Itu 60 proses sidik. Kemudian dari 60 tersebut, yang sudah sampai tahap 2, artinya kasusnya sudah dilimpahkan ke JPU, untuk Polda Riau ada 13 kasus dilimpahkan ke JPU, Polda Kalbar ada 2 kasus, Polda Kalteng ada 1 kasus, itu juga sudah tahap 2. Yang lainnya masih dalam proses sidik ya,” jelasnya.

Untuk saat ini polisi tidak akan berhenti pada kasus yang ada di PT SSS saja, melainkan akan terus mengembangkan kasus karhutla di sejumlah daerah yang menjadi titik karhutla.

Untuk diketahui, kasus Karhutla ini terjadi sejumlah wilayah di Indonesia. Antara lain di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Jambi, Riau dan Sumatera Selatan (Sumsel). (DSC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *