Kasus Korupsi E-KTP, KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi E-KTP. Dalam pengembangan kasus mega korupsi tersebut, KPK kembali menetapkan empat orang tersangka baru.

Keempat tersangka itu terdiri dari mantan anggota DPR Miryam S Hariyani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Isnu Edhi Wijaya, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan E-KTP Husni Fahmi, serta Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Thanos.

Muat Lebih

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup atas keterlibatan pihak lain untuk kemudian KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan, dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka,” ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers, Selasa (13/08/2019).

Keempat pelaku diduga merugikan negara sekitar 2,3 triliun rupiah dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (10) atau Pasal 3 Undang – Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke – 1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sekedar informasi, Miryam saat ini sedang menjalani proses hukumannya di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur. Miryam dijatuhi vonis lima tahun penjara karena terbukti telah memberikan keterangan palsu dalam sidang perkara E-KTP beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK telah memproses delapan orang yang terlibat dalam proyek E-KTP tersebut, diantaranya yakni mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan pejabat Kemendagri Irman serta Sugiharto, mantan Direktur Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo, pengusaha Made Oka Masagung, pengusaha Andi Naragong, dan juga Komisi II DPR Markus Nari. (pm/ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *