Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, HMI: Kejati Harus Seret Segera Aktor Utamanya

  • Whatsapp
Jaksa Kejati Sumsel saat membawa tersangka Mukti Sulaiman dan tersangka Ahmad Nasuhi ke mobil tahanan. (Foto-Antara)

INDOPOLITIKA.COM – Kejati Sumatera Selatan terus berupaya keras mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain selain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Sriwijaya. Kendati demikian, Kejati juga didesak menyeret ‘aktor utama’ pengatur proyek yang merugikan negara tersebut.

Desakan untuk menangkap aktor utama kasus tersebut disampaikan Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Bagi HMI, kinerja Kejati dalam mengungkap kasus ini sudah on the track, tetapi tetap harus ada calon tersangka lain yang harus diseret juga mengingat dalam hal ini, kata HMI, kemungkinan banyak pihak lain terlibat.

Berita Lainnya

“Kehadiran kita hari ini berupa bentuk support moril dari kami sebagai aktivis mahasiswa HMI yang juga memiliki peran sebagai kontrol sosial dan preventif terhadap korupsi ini dengan membantu memantau serta mengawal Kejati Sumsel untuk menegakkan hukum seadil-adilnya dan membukakan tabir secara terang benderang dalam kasus ini,” kata Ketua umum Badko HMI Sumbagsel, Bambang Irawan, di Sumsel, kemarin.

Sementara itu, koordinator lapangan Nurhadi mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesali dana hibah pembangunan rumah ibadah umat muslim diselewengkan atau dikorupsi oleh banyak pihak.

“Kita bisa saksikan dalam berapa bulan dan hari ini pihak Kejati sumsel telah membuktikan kerja profesional mereka sebagai salah satu intrumen penegakan hukum khususnya dalam kasus hibah Masjid Raya Sriwijaya ini, kita sangat berharap Kejati terus mempertahankan profesionalitas berkerjanya dalam penyidikan kasus ini, karena menurut kami masih banyak bakal calon tersangka dalam kasus ini,” imbuhnya seperti dilansir dari koransn.com.

“Kami juga berharap jangan Kejati Sumsel penyidikan kasus ini tidak hanya pada penetapan enam tersangka ini saja, melainkan harus diungkap juga aktor intelektual yang memang mengatur proses pembangunan Masjid Raya Sriwijaya,” pungkasnya.

Disisi lain, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, mengatakan, ada atau tidak adanya tersangka baru lainnya selain dua tersangka baru yang telah ditetapkan tergantung dengan alat bukti yang nantinya ditemukan Jaksa Penyidik dalam proses penyidikan.

“Untuk apakah ada tersangka baru lainnya tentunya kita tidak bisa berandai-andai. Sebab, penetapan tersangka tergantung alat bukti dari hasil penyidikan. Jadi, kita tidak bisa menyampaikannya apakah kedepan akan ada tersangka baru lainnya, ataukan tidak ada tersangka baru lainnya dalam perkara ini,” jelas Khaidirman. [ind]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *