Kasus Penganiayaan Saksi Kuli Bangunan, Polda Sumut Akui 6 Oknum Polisi Bersalah

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmadja saat diwawancarai wartawan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

INDOPOLITIKA.COM – Kasus penganiayaan yang menimpa seorang kuli bangunan, Sarpan (57) menemui titik terang. Saksi kasus pembunuhan tersebut terbukti diperlakukan tidak manusiawi seperti pengakuannya.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, berdasarkan hasil penyelidikan yang sudah dilakukan terhadap anggotanya di Polsek Percut Sei Tua, Kota Medan, didapati bahwa tindakan oknum polisi di Polsek dengan menganiaya saksi Sarpan hingga babak memang benar adanya.

Berita Lainnya

“Kita akui caranya salah makanya kita bebas tugaskan ke-9 oknum tersebut. Kemudian kita melakukan pemeriksaan secara mendalam, didapati 6 orang lah dinyatakan bersalah,” kata Kombes Tatan, kemarin.

 Kendati mengakui anak buahnya bersalah dalam hal ini, Tatan enggan memerinci identitas ke-enam personel Polsek Percut Sei Tuan yang melakukan penganiayaan tersebut. Namun ia memastikan mereka akan menjalani sidang disiplin. “Makannya dalam waktu dekat akan dilakukan sidang disiplin,” ujar Tatan.

Lanjut Tatan, apabila ditemukan pelanggaran hukum maka akan diberikan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Pasal 9 PP RI Nomor 2 tahun 2003, tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dikatakan Tatan, dugaan penganiayaan dilakukan oknum polisi karena Sarpan menyampaikan keterangan berbelit belit saat diperiksa. ” Jadi gini ada empat orang yang diamankan dari TKP (pembunuhan). Tersangka A, adik (tersangka), orang tua (tersangka) dan Sarpan. Pada saat pemeriksaan, keterangan (Sarpan) berbelit-belit,” ujarnya.

Kata Tatan, Sarpan dimintai keterangan lantaran terdapat bercak darah pada pakaian yang dikenakannya saat kejadian, sehingga dia diduga ikut terlibat dalam pembunuhan. “Kemudian pada saat kita menkroscek kembali saksi lain di luar yang 4 bisa disesuaikan keterangannya, secara keseluruhan (diketahui) bahwa pelakunya A,” ujar Tatan.

Diberitakan sebelumnya, seorang kuli bangunan Sarpan diduga jadi korban penyiksaan oknum polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Sumatera Utara. Kedua matanya lebam layaknya mendapat pukulan bertubi-tubi.

Warga Jalan Sidomulyo Pasar IX Dusun XIII Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) mengaku, menjadi korban penyiksaan saat berada di sel tahanan. Dia ditangkap untuk jadi saksi kasus pembunuhan. Namun belakangan dipaksa mengakui membunuh dan mau jadi tersangka.

Sarpan pun bisa bebas dan pulang ke rumah setelah kantor Polsek di demo warga. Tapi dia menderita luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya. “Saya menjadi korban keberingasan oleh oknum Polisi di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan. Sebab, di sana dihujani pukulan bertubi-tubi. Padahal, saya sudah mengatakan bahwa bukan pelaku dari pembunuhan itu. Namun, tetap saja disiksa sampai sekujur tubuh dan wajah jadi begini,” cerita Sarpan.

Saat disiksa, Sarpan dipaksa untuk mengakui bila dirinya adalah pelaku pembunuhan terhadap Dodi Somanto (41). Padahal, Sarpan adalah saksi dari pembunuhan tersebut.

“Saya sudah seperti ‘binatang’ dibuat di dalam sel tahanan. Bahkan ironisnya, saat diinterogasi, oknum polisi menuding saya telah berselingkuh dengan pemilik rumah, dan ketahuan dengan Dodi Somanto. Dari itu, mengira saya yang membunuh si korban. Padahal, tudingan itu tidaklah benar,” terangnya.[sam]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *