Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Diduga Bermotif Balas Dendam

  • Whatsapp
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri.

Indopolitika.com – Dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Tim pencari fakta (TPF) menduga ada motif balas dendam di dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu menduga balas dendam tersebut berkaitan dengan sejumlah kasus yang ditangani Novel di KPK. Pelaku diduga tidak berniat membunuh Novel lantaran dalam analisis TPF diketahui cairan H2SO4 atau asam sulfat yang disiramkan ke Novel tidak pekat.

Muat Lebih

“Ada dugaan niat pelaku itu hanya sebatas menyengsarakan, tidak berniat membunuh. Karena apa? Karena kita sudah memeriksa dengan scientific bahwa H2SO4, asam sulfat yang digunakan pelaku menyiram Saudara Novel itu tidak pekat,” kata Kadiv Humas Irjen Muhammad Iqbal di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Irjen Iqbal menjelaskan bahwa bila pelaku berniat membunuh cairan yang digunakan akan lebih pekat dan menyebabkan luka yang lebih buruk. “Kalau pekat sudah bolong-bolong (wajah korban),” terang Irjen Iqbal.

“Ini ada kaitannya pelaku sakit hati karena memang pelaku kita duga disakiti hatinya dipermalukan oleh saudara Novel,” sambung Irjen Iqbal.

TPF mengaitkan motif tersebut dengan perkara-perkara yang ditangani Novel di KPK. “Oleh karena itulah setidaknya sekurang-kurangnya 6 kasus yang saat ini kita coba dalami, kasus Buol, e-KTP, yang melibatkan Ketua MK, Sekjen MA, kemudian apa lagi itu Wisma Atlet, terus ada juga yang menyangkut pidana di Bengkulu, sarang burung walet,” pungkas Irjen Iqbal. (pm/ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *