Kasus Perpanjangan Kontrak JICT-Koja Bukan Soal Anti Asing

  • Whatsapp
Rieke Diah Pitaloka

INDOPOLITIKA.COM – Anggota DPR RI Komisi VI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan bahwa, kasus perpanjangan kontrak JICT-Koja, bukanlah semata permasalahan soal anti asing.

“Ini bukan masalah anti asing atau artinya kerjasama dengan Hutchison sama sekali dihilangkan. Bisa saja kita melakukan kerjasama investasi di tempat lain yang belum eksisting (dengan Hutchison, Red),” ucap Rieke, di Gedung DPR RI, pada Rabu (11/12/2019).

Baca juga:

“Karena jika JICT bisa dikelola anak bangsa sendiri kenapa tidak (kita kelola, Red). Saya yakin Pak Erick Tohir (Menteri BUMN, Red) bisa memperjuangkan JICT-Koja kembali ke Indonesia 100%,” imbunya.

Dikatakan Rieke, ada benchmarking bagus di Surabaya saat pemerintah berhasil menyelamatkan TPS Surabaya 100% kembali ke Indonesia dari Dubai tahun 2019 ini.

“Harusnya bulan Maret tahun ini kontrak Hutchison di JICT-Koja habis sehingga pelabuhan ini mampu dikelola anak bangsa sendiri. Hal ini sejalan dengan bunyi kontrak pertama JICT tahun 1999. Bahwasanya JICT-koja harus 100% milik Indonesia,” katanya.

Tak hanya itu, Rieke juga menyinggung pihak-pihak yang masih terus berupaya melanjutkan kontrak JICT-Koja secara sepihak.

“Ada yang beralasan (manajemen Pelindo II dan JICT, Red) masih belum mendapatkan audit investigatif BPK sehingga merasa bisa melanjutkan kerjasama meskipun indikasi kerugian negara sebesar itu. Jadi mohon izin kepada pimpinan saya harus menyerahkan agar bisa dilanjutkan kepada BUMN terkait (Pelindo II, Red) hasil audit investigatif resmi BPK dan tolong disampaikan ke pelindo II agar tidak lagi ada alasan belum menerima audit,” ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menyampaikan audit investigatif BPK ini juga telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah.

“Audit ini investigatif ini juga sudah diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian serta kepada Presiden,” pungkasnya [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *