Kasus Suap Iwan Setiawan, KPK Panggil Komisioner KPU Sumsel

  • Whatsapp
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK yang baru Ali Fikri menyampaikan konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Dalam kesempatan tersebut, Firli Bahuri mengenalkan dua Pelaksana harian (Plh) juru bicara KPK antara lain Ipi Maryati dalam bidang pencegahan dan Ali Fikri dalam bidang penindakan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

INDOPOLITIKA.COM- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Kelly Mariana dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini Rabu 29 Januari 2020. Mariana dipangil oleh KPK untuk dimintakan keterangannya sebagai saksi atas dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks Caleg PDIP Harun Masiku.

Plt Juru Bicara KPK, Fikri Ali mengatakan keterangan Mariana dibutuhkan untuk melengkapi BAP tersangka Saeful.

Baca juga:

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Sebelumnya, kasus ini bermula dari keinginan Harun Masiku menjadi Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dua minggu sebelum pencoblosan. Saat pencoblosan, Nazarudin memiliki suara terbanyak di daerah pemilihannya Sumsel I.

Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia. Namun Harun diduga berupaya menyuap Wahyu yang saat itu menjabat Komisioner KPU agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang tersangka yakni Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu, Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai pihak swasta dan Harun Masiku yang diketahui sebagai caleg PDIP.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *